AS dan Qatar Tawarkan Akses Dana Beku Iran Rp106 Triliun demi Dorong Perundingan Damai

- Minggu, 21 Juni 2026 | 02:15 WIB
AS dan Qatar Tawarkan Akses Dana Beku Iran Rp106 Triliun demi Dorong Perundingan Damai

Amerika Serikat dan Qatar dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan memberikan akses kepada Iran atas aset beku senilai 6 miliar dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp106,9 triliun, untuk tujuan kemanusiaan. Langkah ini muncul di tengah upaya kedua negara mencapai kesepakatan damai yang lebih luas setelah konflik berkepanjangan.

Laporan yang disampaikan The Wall Street Journal pada Sabtu, 20 Juni 2026, mengutip sumber yang mengetahui langsung pembahasan tersebut. Menurut laporan itu, inisiatif ini dipertimbangkan sebagai insentif bagi Iran agar bersedia menandatangani perjanjian komprehensif yang akan mengakhiri perseteruan dengan Amerika Serikat.

Berdasarkan skema yang tengah dibahas, dana milik Iran yang saat ini dibekukan di Qatar akan digunakan untuk membiayai pembelian kebutuhan kemanusiaan, seperti pangan, obat-obatan, dan komoditas penting lainnya. Mekanisme ini disebut-sebut dapat menjadi dasar bagi kemungkinan konsesi lebih lanjut yang berkaitan dengan aset-aset Iran lainnya yang masih dibekukan di berbagai negara.

Meski demikian, laporan tersebut menegaskan bahwa Iran hingga kini belum menyetujui usulan yang diajukan. Perkembangan ini muncul setelah Iran dan Amerika Serikat mengumumkan penyelesaian nota kesepahaman perdamaian pada pertengahan Juni lalu.

Kamis sebelumnya, pemimpin kedua negara dilaporkan menandatangani dokumen tersebut secara elektronik dan terpisah sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik yang berlangsung antara kedua pihak. Memorandum tersebut memberikan masa negosiasi selama 60 hari bagi Washington dan Teheran untuk mencapai kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan Amerika Serikat.

Selain itu, kesepakatan sementara tersebut juga mencakup pengaturan waktu bagi Amerika Serikat untuk mengakhiri blokade laut terhadap Iran serta bagi Teheran untuk memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz. Apabila terealisasi, akses terhadap dana beku tersebut berpotensi menjadi salah satu keuntungan ekonomi terbesar yang diperoleh Iran dalam proses perundingan dengan Amerika Serikat, sekaligus menjadi langkah awal menuju normalisasi hubungan ekonomi yang lebih luas.

Namun, implementasi rencana tersebut masih bergantung pada hasil negosiasi lanjutan dan kesepakatan akhir yang dapat diterima kedua belah pihak.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar