Ribuan warga Lebanon Selatan mulai meninggalkan rumah mereka dalam gelombang pengungsian besar-besaran setelah eskalasi serangan militer Israel ke wilayah tersebut. Arus pengungsi yang memadati jalur utama menuju Pelabuhan Sidon dan Beirut memicu kemacetan panjang, dengan kendaraan bergerak lambat akibat padatnya lalu lintas.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (20/6/2026), kondisi lalu lintas di sejumlah ruas jalan terlihat padat merayap. Barang-barang bawaan warga tampak diikat di atas mobil, menandakan persiapan evakuasi yang dilakukan secara mendadak dan penuh tekanan. Gelombang pengungsian serupa juga dilaporkan terjadi di Distrik Tyre dan Bint Jbeil, dua wilayah yang menjadi salah satu titik paling terdampak dalam eskalasi terbaru di Lebanon Selatan.
Sejumlah warga mengaku terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah semalaman mendengar suara ledakan dan baku tembak yang tak kunjung reda. Suasana mencekam itu mendorong keputusan evakuasi secara massal, meskipun harus menghadapi kemacetan dan keterbatasan akses menuju tempat yang lebih aman.
Sementara itu, situasi keamanan terus memanas setelah pasukan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke sejumlah titik di Lebanon Selatan. Serangan ini tidak hanya memicu gelombang pengungsian baru, tetapi juga menambah tekanan pada jalur evakuasi yang sudah padat. Kondisi ini memperburuk kesulitan warga yang berusaha menyelamatkan diri dari zona konflik.
Artikel Terkait
Tiga UMKM Bersaing di Juragan Jaman Now Season 5, Rebutkan Gelar Terjuragan dan Investasi
Ilham Ari Fauzi Resmi Pimpin DPW PPP Sulsel, Mardiono Minta Kader Jaga Kedekatan dengan Rakyat
Pemuda di Bekasi Bobol Rumah Teman saat Korban ke Gereja, Hasil Curian Rp33,4 Juta Habis untuk Judi Online dan Foya-foya
Jakfestival Ancol 2026 Meriah, Parade IP Lokal dan Tarian Betawi Sambut HUT Jakarta ke-499