Titiek Soeharto Panen Telur di Nusakambangan, Apresiasi Program Pemberdayaan Napi

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:55 WIB
Titiek Soeharto Panen Telur di Nusakambangan, Apresiasi Program Pemberdayaan Napi

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, yang akrab disapa Titiek Soeharto, tidak dapat menyembunyikan kegembiraannya saat mengunjungi peternakan ayam di Lapas Terbuka Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Bagi putri mantan Presiden Soeharto itu, kegiatan memanen telur ayam merupakan pengalaman yang menyenangkan.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (20/6/2026), Titiek tampak antusias meminta wadah telur kepada petugas lapas. Dengan tangan kiri memegang wadah berwarna kuning, ia dengan cekatan mengambil telur-telur yang berada di mulut kandang menggunakan tangan kanannya.

"Menyenangkan panen telur di Nusakambangan," ujar Titiek.

Ia mengambil sekitar delapan butir telur, lalu menanyakan jenis telur yang dihasilkan dari peternakan tersebut. "Ini yang omega ya?" tanyanya kepada salah seorang pegawai lapas.

"Yang omega yang (kandangnya) ada tanda oranyenya, Bu," jawab pegawai lapas.

Usai memanen, Titiek menyampaikan apresiasi kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, yang dinilai berhasil membudidayakan ayam petelur di lingkungan pemasyarakatan. "Selamat ya Pak Menteri," ucapnya kepada Menteri Agus yang turut mendampingi kunjungan tersebut.

Setelah meninjau peternakan ayam, Titiek melanjutkan kunjungan ke peternakan bebek yang masih berada di area yang sama. Peternakan unggas petelur di Nusakambangan tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakatan, yakni Lapas Terbuka, Permisan, dan Nirbaya. Total populasi ayam petelur di Lapas Terbuka mencapai 4.277 ekor dengan hasil panen telur mencapai 2.800 butir per hari.

Sementara itu, populasi bebek petelur di kawasan tersebut mencapai 2.208 ekor yang mampu menghasilkan 500 butir telur setiap harinya. Seluruh hasil produksi telur dijual ke vendor bahan makanan lapas se-Nusakambangan, pasar lokal Cilacap, hingga Hotel Aston Cilacap.

Dalam kunjungan tersebut, Titiek didampingi oleh Menteri Agus, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Mashudi, dan Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko.

Transformasi Nusakambangan sendiri merupakan gagasan yang dicanangkan Menteri Agus setelah dilantik oleh Presiden Prabowo. Pada masa transisi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dari Kementerian Hukum dan HAM ke Kementerian Imipas, Menteri Agus menerima laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengenai banyaknya aset milik kementerian yang berstatus lahan tidur atau idle.

Oleh karena itu, Menteri Agus berupaya menghidupkan kembali lahan-lahan tersebut dengan membangun balai latihan kerja (BLK). Tujuannya agar para narapidana memiliki kegiatan pengembangan diri dan keterampilan yang dapat menjadi bekal saat mereka bebas dari penjara, sehingga tidak kembali melakukan kejahatan.

Sejumlah prasarana pelatihan dan pengembangan keterampilan untuk narapidana telah berdiri di Nusakambangan, antara lain workshop batako dan paving block berbahan dasar fly ash bottom ash (FABA), BLK konveksi, BLK pengolahan pupuk organik, budidaya ikan sidat, serta pengolahan sampah. Selain itu, terdapat pula budidaya ikan nila, lele, dan bawal, tambak udang vaname, peternakan sapi, domba, dan unggas, BLK pelintingan rokok, BLK produksi mocaf, hingga budidaya anggrek.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar