Bakpao Gandum Binaan BRI, Yusnianti Raup Omzet Puluhan Juta dari Nol

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 13:00 WIB
Bakpao Gandum Binaan BRI, Yusnianti Raup Omzet Puluhan Juta dari Nol

Pukul 12.00 siang, Yusnianti tiba di toko dua lantai yang menjadi pusat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) miliknya, Bakpao Gandum by RoyalKueID. Ia baru saja menghadiri undangan kurasi bisnis. Kini, usaha bakpao gandum yang dirintis dari nol itu telah berkembang pesat hingga mampu memproduksi ribuan biji setiap harinya.

Berlokasi di Fresh Market Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Yusnianti menceritakan perjalanan panjangnya membangun usaha dari skala rumahan. Pada Rabu (17/6) lalu, ia menjelaskan bahwa lantai atas ruko digunakan sebagai tempat produksi dan penyimpanan, sementara lantai dasar difungsikan untuk memajang dagangan sekaligus melayani pembeli yang datang langsung.

“Ini kita mulai dari PO (pre order) dulu di akhir tahun 2023, terus dari situ cuma PO sesama teman dan keluarga. Awalnya memang mulainya dari rumah. Rumah teman saya yang jadi tempat produksi, lalu kita kerja sama. Saya lebih ke online marketing dan sales. Tidak terasa, omset terus meningkat seperti bergulung,” tutur Yusnianti.

Bakpao gandum produksinya telah mengantongi sertifikasi halal. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari bakpao ayam jamur, barbekyu, casiu ayam, ikan cakalang, ayam spesial telur asin, mantou, kacang merah, ijo pandan, kacang tanah, kacang hijau, hingga cokelat lumer. Selain bakpao, tokonya juga menyediakan aneka minuman serta menjalin kerja sama dengan UMKM lain yang menitipkan produk mereka.

Prospek usaha ini terbilang menjanjikan. Kurang lebih dalam setahun, Yusnianti berani mengambil langkah strategis dengan menyewa toko di kawasan PIK. Setelah menjalani renovasi, toko tersebut resmi dibuka untuk umum pada akhir 2024.

Memulai dari titik nol, Yusnianti banyak belajar tentang kiat mengembangkan usaha. Ia rajin memanfaatkan media sosial dan memperluas jejaring. Dari media sosial inilah ia berkenalan dengan platform LinkUMKM milik BRI.

LinkUMKM merupakan platform pemberdayaan digital terpadu yang dirancang untuk membantu UMKM berkembang dan naik kelas. Yusnianti mengaku terbantu dengan layanan tersebut. Sebagai pelaku UMKM, ia tidak berani mengeluarkan biaya mahal untuk mengikuti kelas bisnis. BRI hadir melalui kelas dan pelatihan gratis bagi para anggotanya.

“Yang sering saya lihat itu LinkUMKM, bagian dari Rumah BUMN. Dari situlah saya merapat, mulai ikut pelatihan-pelatihan. Karena kita UMKM, tidak berani juga bayar mahal. Kita cari mana yang dibutuhkan, yang cocok, ya kita pergi. Di situlah saya merasakan dukungan Rumah BUMN, termasuk mendapatkan tempat display di luar,” ujar Yusnianti.

Jejaring yang terbentuk dari Rumah BUMN memungkinkan Yusnianti berkolaborasi dengan UMKM lain. Saat dikunjungi, di tokonya terlihat beberapa produk dari UMKM binaan BRI yang turut dipajang. Ia juga bersyukur bisa mengikuti berbagai pameran atau expo.

“Puji syukur, kami benar-benar merasakan sebagai UMKM, meski masih kecil, kami mendapat kesempatan untuk ikut expo di kantor pemerintahan dan expo nasional lainnya,” kata dia.

“Di Imlek Festival, saya bertemu banyak teman UMKM lain. Saya mengikuti fashion show dan catwalk. Saat acara pembinaan, Ibu Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, menantang kami untuk berkolaborasi. Di situ saya bawa bakpao, teman lain bawa batik, ada juga yang bawa bulu mata. Seru perjalanannya. Saya bisa mendapatkan hal-hal baru dari LinkUMKM setelah mengikuti Imlek Festival,” tuturnya.

Pada awal merintis, omzet Bakpao Gandum RoyalKueID hanya berkisar beberapa ratus ribu rupiah. Saat itu, Yusnianti sengaja membatasi pesanan karena keterbatasan tenaga. Kini, pesanan bakpao bisa menembus tiga ribu biji per hari dengan harga rata-rata Rp20.000 per biji. Pembelian bisa dilakukan langsung di PIK maupun melalui Instagram @bakpaogandum.royalkueid.

“Awal-awal paling cuma beberapa ratus ribu. Waktu itu yang penting satu resep, misalnya 40-50 bakpao, habis terjual. Kami lebih mengutamakan kuantitas karena tenaga terbatas. Sekarang, bulan lalu kami hampir mencapai 3.000 biji dengan rata-rata harga Rp20.000,” sebut Yusnianti.

“Tapi disclaimer sedikit, itu karena ada expo. Penjualan bisa menanjak besar, hampir 1.000 piece,” imbuhnya.

Salah satu acara yang paling sukses diikutinya adalah bazar di Lemhannas. Ia membawa sekitar 200 bakpao ke acara tersebut. Sambutan positif dari pengunjung membuatnya kebanjiran pesanan pre order. Usaha ini juga sempat berpartisipasi dalam acara lari di Jakarta.

Yusnianti menilai BRI melalui Rumah BUMN dan platform LinkUMKM sangat membantu perkembangan usahanya, terutama dalam hal pemasaran media sosial. Pelatihan yang diberikan, menurutnya, memberi manfaat nyata bagi UMKM untuk naik kelas.

“Dari yang sama sekali tidak mengerti apa-apa, sekarang kami paham cara mencari konten. Ada pengaruh besar dari pelatihan. Yang menarik, setiap kali ikut pelatihan di Rumah BUMN, speakernya selalu berbeda-beda. Topiknya juga beragam. Ada sesi tanya jawab, dan para praktisi bisa memberikan insight yang belum kami pahami,” kata Yusnianti.

Sebagai UMKM yang terpilih, ia juga beruntung mendapatkan pelatihan tambahan. Kini, usahanya terus berkembang dengan bantuan empat orang karyawan.

“Saya beruntung banget merasakan pelatihan tambahan yang diberikan kepada UMKM terpilih,” ujarnya.

Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa ekosistem LinkUMKM memperluas akses pembelajaran dan pendampingan agar UMKM lebih siap mengembangkan strategi usaha. “LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menegaskan komitmen Rumah BUMN BRI dalam membantu UMKM lebih dikenal masyarakat dan memperluas pasar. “Di Rumah BUMN, para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar. Setiap senyuman dari pelaku UMKM yang berhasil naik kelas adalah energi bagi kami,” ujarnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar