Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah meningkatkan patroli dan pemantauan di sejumlah wilayah yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif pascabencana. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap guncangan yang terjadi, dengan fokus utama pada daerah-daerah yang mengalami kerusakan material dan peningkatan aktivitas warga.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah, Kompol Reky Moniung, menyatakan bahwa personel dari Direktorat Samapta dikerahkan ke tiga wilayah utama, yaitu Kabupaten Sigi, Kabupaten Parigi Moutong, dan Kota Palu. “Polda Sulawesi Tengah melalui Direktorat Samapta dan satuan kewilayahan terus melakukan patroli serta pemantauan di sejumlah lokasi terdampak gempa. Terdapat beberapa kerusakan material yang masih dalam proses pendataan oleh instansi terkait,” ujarnya, Selasa, 16 Juni 2026.
Dalam pelaksanaan patroli tersebut, petugas menyasar titik-titik yang mengalami lonjakan aktivitas masyarakat setelah gempa. Di dua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), yakni yang berada di Jalan Moh. Yamin dan Jalan I Gusti Ngurah Rai, personel Direktorat Samapta melakukan pengaturan lalu lintas. Tindakan ini diambil untuk mengurai kemacetan yang dipicu oleh antrean panjang kendaraan yang hendak mengisi bahan bakar minyak.
Sementara itu, petugas juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah bangunan yang terdampak guncangan. Salah satu lokasi yang diperiksa adalah Kafe Paskop yang terletak di Jalan Tanjung Manimbaya, Kota Palu. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya memastikan tidak ada risiko lanjutan bagi keselamatan warga.
Di tengah kegiatan tersebut, personel Direktorat Samapta memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengelola usaha agar tetap siaga serta meningkatkan kewaspadaan. Hal ini mengingat masih terjadi beberapa kali gempa susulan yang tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Reky juga mengingatkan warga untuk tidak panik dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, terutama yang beredar melalui media sosial. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, selalu waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan, serta mengikuti arahan dari pemerintah dan petugas di lapangan. Jangan mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kepanikan,” tegasnya.
Ia berharap situasi di Sulawesi Tengah tetap aman dan kondusif serta tidak ada lagi korban akibat gempa susulan. Menurut dia, Polda Sulawesi Tengah berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan, perlindungan, dan rasa aman kepada masyarakat di tengah situasi pascabencana ini.
Artikel Terkait
96,5% Masyarakat Kurang Serat dan Buah, Ancaman Penuaan Dini dan Penyakit Kronis Mengintai
Titiek Soeharto Dorong Pengelolaan Sampah di Lapas Nusakambangan Jadi Program Ketahanan Pangan
Akses ke Kota Tua Jakarta Kian Mudah dengan Integrasi KRL, TransJakarta, dan Jaklingko
Survei OJK: 30 Persen Penduduk Dewasa Indonesia Masih Belum Terakses Layanan Keuangan Formal