KBRI Roma Gelar Mondo Nusantara, Padukan Musik Tradisional Indonesia dan Klasik Italia

- Senin, 15 Juni 2026 | 16:15 WIB
KBRI Roma Gelar Mondo Nusantara, Padukan Musik Tradisional Indonesia dan Klasik Italia

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Roma menggelar panggung pertunjukan seni dan budaya bertajuk “Mondo Nusantara” di Wisma Duta KBRI Roma, Italia, pada Jumat, 12 Juni 2026. Acara ini menjadi ajang pertukaran budaya yang mempertemukan kekayaan khazanah Nusantara dengan musisi Italia melalui pertunjukan musik kolaboratif.

Berdasarkan siaran pers KBRI Roma yang diterima pada Senin, 15 Juni 2026, kegiatan ini menampilkan MegaMauro sebagai penampil utama. Duo musisi internasional tersebut terdiri dari Mega Sihombing, penyanyi asal Indonesia, dan Mauro Goia, pianis, komposer, sekaligus showman asal Italia. Mereka mengusung konsep ART, singkatan dari Artistry in Real Time, yang menghadirkan pertunjukan musik langsung dengan memadukan musik tradisional Indonesia, terutama dari kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, dengan lagu-lagu klasik Italia.

Tajuk “Mondo Nusantara” sendiri merupakan perpaduan dua bahasa: mondo dalam bahasa Italia berarti “dunia”, sehingga secara harfiah bermakna “Dunia Nusantara”. Penamaan ini menjadi simbol perjumpaan dua kebudayaan sekaligus undangan bagi masyarakat Italia untuk mengenal lebih dekat budaya Indonesia, sejalan dengan tujuan kegiatan sebagai jembatan diplomasi budaya kedua bangsa.

Pertunjukan dibuka dengan medley lagu-lagu daerah Nusantara, seperti Ampar-Ampar Pisang dari Kalimantan dan Yamko Rambe Yamko dari Papua, yang kemudian dirangkai dengan lagu klasik Italia seperti Funiculì Funiculà. Sorotan spesial hadir melalui penampilan angklung, alat musik bambu tradisional Indonesia yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda pada tahun 2010. Mauro Goia memainkan angklung dalam medley lintas budaya bersama lagu Italia legendaris O Sole Mio.

Pertunjukan kemudian menyajikan kekayaan musik dan tari dari kawasan Danau Toba, Sumatra Utara, yang menjadi sumber inspirasi utama Mondo Nusantara. Penonton disuguhi iringan gondang, kecapi batak yang dimainkan langsung oleh Mega Sihombing, serta permainan seruling oleh musisi Italia, Francesca Salandri. Kehadiran Francesca yang membawakan repertoar tradisional Indonesia menjadi salah satu wujud nyata semangat kolaborasi yang menjiwai pertunjukan ini. Lagu-lagu Batak seperti Butet hingga Horas turut mengiringi sejumlah tarian. Di sela rangkaian tersebut, Adeline dan Abigail, dua anak Indonesia yang tinggal di Italia, tampil memperkenalkan ulos.

Suasana semakin hangat saat Duta Besar RI untuk Italia, Prof. Dr. Junimart Girsang, berduet dengan Mega Sihombing membawakan lagu Bubuy Bulan, Che Sara, dan My Way. Dalam sambutannya, Dubes Girsang menyampaikan bahwa Indonesia dan Italia, meski terpisah jarak yang jauh, memiliki banyak kesamaan, termasuk kecintaan yang dalam terhadap seni, musik, dan tradisi. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi seni sebagai jembatan antarbangsa.

“Melalui kolaborasi seperti inilah kita diingatkan bahwa seni memiliki kekuatan luar biasa untuk melampaui bahasa, jarak, dan perbedaan, serta untuk menumbuhkan rasa saling mengenal dan saling memahami yang lebih dalam di antara kedua bangsa,” ujar Duta Besar RI.

Kegiatan Mondo Nusantara dihadiri sekitar 80 tamu undangan yang terdiri atas korps diplomatik, pemangku kepentingan di bidang seni dan budaya, media setempat, serta kalangan masyarakat Italia. Sebelum konser dimulai, para tamu disuguhi rangkaian diplomasi kuliner dengan mencicipi masakan dan penganan khas Nusantara seperti soto ayam, lontong dan daging kambing, mi goreng, martabak telur, serta martabak manis.

Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya diplomasi budaya KBRI Roma untuk memperkuat citra Indonesia di Italia melalui pendekatan seni, memperluas jangkauan apresiasi masyarakat setempat terhadap warisan budaya Nusantara, sekaligus mempererat persahabatan kedua bangsa melalui dialog budaya yang berkelanjutan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar