Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Muara Enim, Sumatera Selatan. Dalam operasi senyap yang berlangsung di dua lokasi berbeda itu, aparat mengamankan sepuluh orang, termasuk Bupati Muara Enim, Edison.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa operasi tersebut merupakan bagian dari penyelidikan tertutup yang dilakukan secara simultan. “Dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sepuluh orang di wilayah Jakarta dan Sumatera Selatan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (8/6/2026).
Dari sepuluh orang yang diamankan, separuhnya berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Budi menyebutkan bahwa Bupati Edison menjadi salah satu dari lima pejabat daerah yang turut terjaring. Sementara itu, lima orang lainnya merupakan pihak swasta yang diduga terlibat dalam perkara yang sama.
“Lima orang dari unsur Pemkab Muara Enim, salah satunya Bupati. Kemudian lima orang lainnya dari pihak swasta,” kata Budi.
Meski demikian, KPK belum merinci identitas seluruh pihak yang diamankan. Hingga saat ini, para terperiksa masih berstatus sebagai saksi atau pihak yang diperiksa. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan dan mengumumkan status hukum mereka secara resmi.
Artikel Terkait
Mendagri Tito Pastikan Tak Ada PHK Massal dalam Penataan PPPK dan Honorer
Polres OKU Gelar Bakti Kesehatan Gratis untuk 200 Warga dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Kejagung Tetapkan Tiga Petinggi Badan Gizi Nasional Tersangka Korupsi Program Makan Bergizi Gratis
Presiden Prabowo Lantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh