Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat, Rivqy Abdul Halim, yang akrab disapa Gus Rivqy, memberikan tanggapan terhadap rencana PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero untuk membangun jalur kereta api yang menghubungkan Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Rencana ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mewujudkan jaringan rel terintegrasi di Pulau Sumatera.
Gus Rivqy menilai gagasan tersebut sebagai sebuah visi besar yang patut diapresiasi karena berpotensi memperkuat konektivitas antarwilayah, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumatera. Namun, ia menekankan bahwa pelaksanaannya harus dilakukan secara bertahap, berdasarkan kebutuhan riil masyarakat dan dunia usaha, serta tidak boleh mengabaikan persoalan mendasar yang masih membayangi transportasi darat di Sumatera saat ini.
"Kita mendukung penuh visi Presiden untuk menghadirkan konektivitas rel yang terintegrasi dari Banda Aceh hingga Bandar Lampung. Namun pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada panjang jalur yang dibangun. Yang lebih penting adalah memastikan jalur yang sudah ada berfungsi optimal, cepat, aman, dan memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Gus Rivqy di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Ketua Umum DKP Panji Bangsa itu menyoroti bahwa hingga saat ini sejumlah layanan kereta api di Sumatera masih menghadapi tantangan efisiensi dan kecepatan perjalanan. Bahkan pada beberapa lintas, termasuk koridor Lampung–Palembang, pemanfaatannya dinilai belum optimal dan masih membutuhkan peningkatan kapasitas maupun kualitas layanan.
"Jangan sampai kita berbicara membangun ribuan kilometer rel baru, sementara pada beberapa jalur eksisting kereta masih bergerak relatif lambat dan utilisasinya belum maksimal. Koridor Lampung-Palembang atau Palembang-Lubuk Linggau misalnya masih membutuhkan penguatan agar benar-benar menjadi tulang punggung mobilitas penumpang dan distribusi barang," tegasnya.
Di sisi lain, Gus Rivqy juga mengingatkan bahwa jaringan perkeretaapian Sumatera selama ini masih didominasi oleh angkutan barang, khususnya komoditas tambang dan logistik tertentu. Oleh karena itu, perencanaan rel lintas Sumatera harus mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan angkutan barang dan pelayanan penumpang.
"Ke depan, rel Sumatera jangan hanya dipersepsikan sebagai jalur pengangkutan tambang atau komoditas. Kita ingin hadirnya jaringan kereta yang juga memperkuat mobilitas masyarakat, membuka akses ekonomi daerah, mendukung pariwisata, serta menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan baru," katanya.
Kapoksi FPKB Komisi VI DPR itu menilai pembangunan jaringan rel lintas Sumatera harus disinergikan dengan pembangunan infrastruktur lainnya. Menurutnya, keberadaan jalan tol Trans Sumatera yang hingga kini juga belum sepenuhnya optimal dari sisi konektivitas dan utilisasi menjadi pelajaran penting agar pembangunan rel dilakukan dengan kajian yang matang.
"Kita memiliki jalan tol Trans Sumatera yang pembangunannya masih terus berproses dan pemanfaatannya juga belum maksimal di beberapa ruas. Karena itu, pembangunan rel lintas Sumatera harus benar-benar didasarkan pada perencanaan yang terintegrasi, proyeksi permintaan yang kuat, serta kemampuan pembiayaan yang terukur agar tidak menjadi proyek yang besar di atas kertas tetapi minim manfaat di lapangan," jelasnya.
Gus Rivqy mendorong KAI bersama pemerintah untuk menyusun peta jalan yang jelas, dimulai dari optimalisasi jalur eksisting, peningkatan kecepatan perjalanan, pembangunan jalur penghubung yang paling mendesak secara ekonomi, hingga pengembangan konektivitas penuh Banda Aceh–Bandar Lampung secara bertahap.
"Visi besar harus disambut dengan langkah yang realistis. Kita ingin rel lintas Sumatera menjadi simbol kemajuan transportasi nasional, tetapi keberhasilannya harus diukur dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat dan dunia usaha, bukan semata-mata dari panjang rel yang berhasil dibangun," katanya.
Artikel Terkait
Janice Tjen dan Talia Gibson Juara Ganda Birmingham Classic 2026
Bahlil Pastikan Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026
Wuling Darion Meluncur di Jakarta Mulai Rp300 Jutaan, Tawarkan Dua Pilihan Elektrifikasi BEV dan PHEV
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Layanan Publik Tetap Normal