Lemhannas Tutup Pendidikan P3N Angkatan 27, Gubernur Tekankan Pentingnya Integritas dan Ketangguhan Moral Pemimpin Nasional

- Kamis, 04 Juni 2026 | 16:40 WIB
Lemhannas Tutup Pendidikan P3N Angkatan 27, Gubernur Tekankan Pentingnya Integritas dan Ketangguhan Moral Pemimpin Nasional

Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI, TB Ace Hasan Syadzily, resmi menutup Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan 27 pada Kamis, 4 Juni 2026. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar seluruh peserta mampu menjelma menjadi pemimpin nasional yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas tinggi dan ketangguhan moral dalam mengemban tugas pengabdian kepada negara.

Ace Hasan menjabarkan lima pesan utama yang menjadi bekal bagi para alumni. Pertama, ia menekankan pentingnya integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral sebagai fondasi utama dalam setiap langkah kepemimpinan. “Para alumni P3N 27 harus menjadi pemimpin nasional yang memiliki integritas, karakter kebangsaan, dan keteguhan moral dalam menjalankan tugas dan pengabdian,” ujarnya saat memberikan sambutan di Ruang Dwi Warna Purwa, Lemhannas RI.

Sementara itu, situasi geopolitik global yang kian tidak menentu turut menjadi sorotan utama. Menurut Ace, pemimpin nasional masa kini tidak cukup hanya unggul secara intelektual. Mereka juga harus memiliki kepekaan sosial, ketangguhan moral, serta komitmen kuat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ia mendorong para alumni untuk menjadi pemimpin yang adaptif sekaligus visioner dalam menyikapi perubahan global.

Di sisi lain, perkembangan pesat di bidang teknologi, seperti disrupsi digital, kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan ancaman siber, menjadi tantangan tersendiri. Ace menegaskan bahwa dinamika ini menuntut hadirnya pemimpin yang mampu berpikir strategis, cepat beradaptasi, dan menghadirkan solusi inovatif bagi kemajuan bangsa. “Seluruh dinamika dan tantangan tersebut menuntut hadirnya pemimpin nasional yang memiliki kapasitas strategis, berpikir jauh ke depan, mampu membaca perubahan global, dan memiliki keteguhan dalam menjaga kepentingan nasional,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Ace mengingatkan pentingnya peran alumni sebagai perekat persatuan dan penjaga kohesi nasional. Ia menekankan bahwa rasa empati dan kepekaan sosial yang tinggi harus dimiliki setiap pemimpin untuk mencegah polarisasi serta konflik sosial yang dapat mengganggu stabilitas nasional. “Jejaring strategis antarlembaga, antarsektor, dan antargenerasi sangat penting dalam memperkuat kolaborasi nasional guna mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045,” jelas Ace.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Pendidikan Pimpinan Tingkat Nasional Lemhannas RI, Marsda TNI Ir. Bob Henry Panggabean, melaporkan bahwa seluruh rangkaian program pendidikan telah berjalan dengan baik dan lancar. Berdasarkan hasil sidang dewan penilai yang dipimpin Gubernur Lemhannas RI pada Rabu, 3 Juni 2026, sebanyak 84 peserta P3N 27 dinyatakan lulus. Dua penghargaan khusus juga diberikan, yakni Predikat Akademik Terbaik yang diraih oleh Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi dari Polri, serta Predikat Kertas Kerja Perorangan (KKP) Terbaik yang diraih oleh Laksma TNI Ignatius Bayu Trikuncoro dari TNI AL.

Mengakhiri sambutannya, Ace menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kekompakan para peserta. “Para peserta telah menunjukkan kerja keras, disiplin, dedikasi, serta semangat belajar yang tinggi, meskipun harus melalui rangkaian kegiatan yang padat dan penuh tantangan. Semangat inilah yang mencerminkan kesiapan saudara-saudara untuk menjadi pemimpin yang tangguh, berintegritas, dan visioner,” tutupnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar