Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) memulai perdagangan Kamis pagi dengan posisi melemah. Indeks utama tersebut terkoreksi 21,5 poin atau 0,36 persen ke level 5.919,56, menandai awal sesi yang kurang bergairah bagi pasar modal domestik.
Pelemahan serupa juga dialami oleh indeks LQ45 yang menjadi barometer 45 saham unggulan. Indeks ini dibuka turun 0,24 persen atau setara 1,44 poin ke posisi 587,55, menunjukkan tekanan jual masih membayangi saham-saham berkapitalisasi besar.
Kondisi ini menjadi perhatian pelaku pasar di tengah berbagai dinamika ekonomi yang tengah berlangsung. Sebelumnya, Menteri Keuangan sempat menyatakan keyakinannya bahwa IHSG mampu berbalik naik berkat fundamental ekonomi yang solid, meskipun realitas perdagangan pagi ini belum sepenuhnya mencerminkan optimisme tersebut.
Di sisi lain, pengamat pasar menilai penurunan IHSG yang sempat mencapai empat persen dalam beberapa waktu terakhir mendorong investor untuk lebih mencermati aspek tata kelola dan kredibilitas kebijakan. Sejumlah analis juga melihat bahwa aksi jual terjadi karena investor mulai mengalihkan dananya ke aset yang dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian global.
Para pelaku pasar kini menanti langkah selanjutnya, apakah tekanan jual akan berlanjut atau justru muncul momentum pembalikan arah seiring dengan data fundamental ekonomi yang masih terjaga.
Artikel Terkait
Kebakaran Besar di Kemayoran Hanguskan 250 Bangunan, Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu
IRGC Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Rudal Patriot AS Gagal Cegat Proyektil Iran
Bulog Serap 3 Juta Ton Setara Beras dari Petani hingga Juni 2026, Capai 75 Persen Target Tahunan
Puluhan Personel Dikerahkan Bersihkan Tumpukan Sampah Mirip Pulau di Pesisir Jakarta Utara