Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,2 mengguncang Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Kamis pagi, 4 Juni 2026, pukul 06.58 WITA. Getaran yang terjadi dilaporkan cukup kuat dan dirasakan oleh masyarakat setempat pada skala intensitas III Modified Mercalli Intensity (MMI).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat pusat gempa berada di darat, tepatnya 11 kilometer arah timur laut Kendari. Episenter gempa terletak pada koordinat 3,92 Lintang Selatan dan 122,59 Bujur Timur, dengan kedalaman hiposenter mencapai 4 kilometer.
Dalam keterangan resmi yang dirilis, BMKG menyebutkan bahwa guncangan dirasakan pada skala III MMI di wilayah Kendari. Skala tersebut mengindikasikan getaran terasa nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk besar yang melintas.
Meski demikian, BMKG menegaskan bahwa informasi yang disampaikan masih bersifat sementara dan mengutamakan kecepatan. Pihaknya belum dapat memastikan dampak lebih lanjut dari gempa tersebut.
“Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa dangkal tersebut. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi.
Artikel Terkait
Kebakaran Besar di Kemayoran Hanguskan 250 Bangunan, Korsleting Listrik Diduga Jadi Pemicu
IRGC Bantah Serang Bandara Kuwait, Tuding Rudal Patriot AS Gagal Cegat Proyektil Iran
Bulog Serap 3 Juta Ton Setara Beras dari Petani hingga Juni 2026, Capai 75 Persen Target Tahunan
Puluhan Personel Dikerahkan Bersihkan Tumpukan Sampah Mirip Pulau di Pesisir Jakarta Utara