Presiden Prabowo Subianto secara langsung memperagakan potongan ayam goreng dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di hadapan ribuan mitra penggerak program tersebut. Dalam sebuah rapat konsolidasi yang berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Rabu (3/6/2026), Kepala Negara memberikan peringatan tegas agar satu ekor ayam tidak dipotong lebih dari 14 bagian.
Acara yang dihadiri oleh 12.000 penggerak dan mitra MBG itu menjadi panggung bagi Prabowo untuk menunjukkan secara visual perbandingan potongan ayam. Ia membawa dua wadah berisi ayam goreng satu wadah berisi potongan delapan bagian dan wadah lainnya berisi potongan 14 bagian. Peragaan ini dilakukan untuk menegaskan standar porsi yang harus dipenuhi oleh para mitra.
Prabowo awalnya meminta sepuluh perwakilan mitra untuk naik ke panggung. Di hadapan mereka, ia memperlihatkan satu ekor ayam yang telah dipotong menjadi 14 bagian. “Masalah ayam, ayamnya bawa ke atas, saya minta perwakilan mitra 10 orang naik ke sini, 10 orang. Jadi yang 14 aja sebesar ini, kalau kecil begini ya berapa? Jangan-jangan 18 atau 22?” ujar Prabowo di hadapan para peserta.
Presiden menegaskan bahwa pemotongan ayam melebihi 14 bagian tidak diperbolehkan. Menurutnya, jika hal itu terjadi, anak-anak Indonesia akan kecewa dengan pangan yang mereka terima. “Kalau potong lebih dari 14, dosa! dosa! Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa,” tegasnya.
Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari perwakilan mitra yang hadir. Beberapa di antaranya menyampaikan bahwa mereka justru memotong ayam dalam jumlah yang lebih sedikit, yakni 10 hingga 12 bagian per ekor. “10, Bapak, 10 sama 12 (potong), saya 10 Pak, porsi besar itu 10,” sahut seorang perwakilan mitra dari atas panggung.
Menindaklanjuti hal itu, Prabowo meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk menginstruksikan kepala sekolah agar melaporkan kondisi sajian ayam dalam program MBG. Presiden bahkan menyarankan agar sekolah melakukan penimbangan dan pemotretan secara acak sebagai bentuk pengawasan. “Benar ya? Nanti saya minta ya Menteri Pendidikan Mendikdasmen minta kepala-kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor ayamnya kecil atau besar. Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang,” ungkap Prabowo.
Artikel Terkait
Dishub Siapkan 10 Rute Alternatif untuk CFD Perdana di Jalan HR Rasuna Said
2.300 ASN Akan Jalani Pelatihan Komponen Cadangan Gelombang Kedua pada Agustus 2026
60 Kloter Jemaah Haji Indonesia Pulang ke Tanah Air, Kemenhaj Ingatkan Dokumen dan Aturan Bagasi
310 Warga Riau Jalani Operasi Katarak Gratis Hasil Kolaborasi Polda dan Rumah Sakit