Presiden Prabowo Alokasikan Rp300 Miliar untuk Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumatera Barat

- Rabu, 03 Juni 2026 | 15:55 WIB
Presiden Prabowo Alokasikan Rp300 Miliar untuk Reaktivasi Jalur Kereta Api di Sumatera Barat
Wakil Ketua Komisi VI DPR Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap pengembangan moda transportasi kereta api di Sumatera Barat. Salah satu langkah konkret yang akan direalisasikan adalah reaktivasi sejumlah jalur kereta api yang didukung oleh alokasi investasi senilai sekitar Rp300 miliar. Pernyataan tersebut disampaikan Andre usai mengikuti rapat dengar pendapat bersama Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia, Bobby Rasyidin, di kompleks parlemen Senayan, Jakarta, pada Rabu, 3 Juni 2026. Dalam pertemuan itu, ia mengaku memperoleh informasi bahwa Sumatera Barat menjadi salah satu prioritas utama dalam program reaktivasi jalur kereta api di Pulau Sumatera. “Alhamdulillah, dalam rapat dengan Dirut PT KAI, kami mendapatkan informasi bahwa pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar terhadap pengembangan kereta api di Sumatera Barat. Salah satunya melalui program reaktivasi jalur kereta api yang selama ini tidak beroperasi,” ujar Andre. Berdasarkan pemaparan dari pihak PT KAI, total panjang jalur yang direncanakan untuk direaktivasi mencapai 248,5 kilometer. Sejumlah ruas yang masuk dalam rencana tersebut meliputi jalur Naras–Sungai Limau sepanjang 6,5 kilometer, Kayu Tanam–Padang Panjang–Bukittinggi–Limbanan sejauh 162 kilometer, serta Muarakalaban–Sawahlunto sepanjang 4 kilometer. Selain itu, jalur Padang Panjang–Batuabal sepanjang 18 kilometer, Batuabal–Solok sejauh 34 kilometer, dan Solok–Muarakalaban sepanjang 24 kilometer juga masuk dalam daftar prioritas. Program ini, menurut Andre yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat, merupakan kabar baik bagi masyarakat setempat. Ia menambahkan bahwa reaktivasi jalur kereta api tersebut diyakini akan membuka konektivitas baru, menekan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara lebih luas.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar