Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran di tengah konflik yang masih berlangsung, dengan langkah terbaru berupa penutupan hampir seluruh akses operasional bagi maskapai-maskapai penerbangan Iran. Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, yang menyatakan bahwa akses menuju tempat pendaratan, pengisian bahan bakar, hingga penjualan tiket bagi maskapai Iran akan ditutup. Langkah tersebut merupakan bagian dari apa yang disebut Bessent sebagai “kampanye kemarahan ekonomi terhadap rezim Iran.”
Dalam pernyataannya, Bessent mengungkapkan bahwa situasi ekonomi Iran saat ini berada dalam tekanan berat. “Tentara-tentara mereka tidak dibayar, polisi tidak melapor untuk bekerja, dan Pulau Kharg ditutup,” tulisnya. Pulau Kharg sendiri dikenal sebagai pusat perekonomian Iran karena menjadi lokasi terminal ekspor minyak mentah utama negara tersebut. Penutupan pulau ini menjadi indikasi semakin dalamnya krisis yang dihadapi Tehran.
Sementara itu, Departemen Keuangan AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap entitas yang disebut sebagai “Otoritas Selat Teluk (Arab) milik Iran.” Bessent menyebut otoritas tersebut tidak lebih dari sekadar lelucon. Ia menegaskan bahwa semua korporasi dan negara asing telah diperingatkan untuk tidak membayar tol kepada pihak Iran, termasuk menyamarkan pembayaran tersebut sebagai bantuan.
“Kami telah memperingatkan entitas korporasi atau negara mana pun agar tidak membayar tol atau menyembunyikannya sebagai pembayaran bantuan,” tegas Bessent. Peringatan ini menjadi sinyal bahwa AS tidak akan segan-segan menindak pihak mana pun yang dinilai membantu Iran secara finansial di tengah tekanan ekonomi yang terus diperketat.
Artikel Terkait
WHO: Tingkat Kematian Ebola Bundibugyo Capai 50 Persen, Vaksin Baru Tersedia dalam Beberapa Bulan
AS Resmi Tetapkan Dua Geng Kriminal Brasil sebagai Organisasi Teroris, Lula Protes Keras
Polda Bali Siagakan Tim Urai Kemacetan Antisipasi Lonjakan Kendaraan saat Libur Panjang
Iran Mulai Persiapan Pemakaman Kenegaraan untuk Khamenei yang Tewas dalam Serangan AS-Israel