AHY: Punya Anak Kembali Bikin Makin Hayati Beratnya Ujian Nabi Ibrahim

- Rabu, 27 Mei 2026 | 13:35 WIB
AHY: Punya Anak Kembali Bikin Makin Hayati Beratnya Ujian Nabi Ibrahim

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengaku tidak sanggup membayangkan betapa beratnya ujian yang dialami Nabi Ibrahim, yang harus mengorbankan putranya setelah menanti kelahiran sang anak selama bertahun-tahun. Perasaan itu muncul karena ia baru saja dikaruniai putra keduanya, Arjuna Hanyokrokusumo Yudhoyono, sehingga kisah pengorbanan dalam perayaan Idul Adha tahun ini terasa begitu dekat dan menyentuh hati.

Pernyataan tersebut disampaikan AHY saat memberikan sambutan dalam acara penyaluran hewan kurban di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2026). Mengawali sambutannya, ia menyinggung pesan khotbah Salat Idul Adha 1447 Hijriah yang menekankan nilai ketaatan dan ketakwaan sebagaimana diteladankan dalam kisah Nabi Ibrahim, Nabi Ismail, dan Siti Hajar.

“Hampir bisa dipastikan kesimpulannya adalah Hari Raya Idul Adha ini sebuah nilai yang begitu mulia dan dalam. Ada nilai ketaatan dan ketakwaan lurus, tegak lurus vertikal,” ujar AHY.

Menurut AHY, pengorbanan dalam kisah tersebut menjadi pelajaran luar biasa bagi umat manusia karena menempatkan ketaatan kepada perintah Allah di atas segalanya. Ia mengaku setiap kali mendengar kisah itu diceritakan kembali, ia selalu merasa bahwa manusia biasa seperti dirinya tidak akan sanggup menjalani ujian serupa.

“Setelah merindukan putra berapa tahun? Usianya saja panjang, begitu sudah lahir kemudian ada perintah untuk menyembelih, untuk dikurbankan. Dan betapa tidak bisa dibayangkan betapa beratnya, karena kebetulan juga baru punya baby lagi, nggak kebayang gitu,” kata AHY.

Ia menambahkan, menanti kelahiran seorang anak dalam waktu yang lama lalu mendapatkan perintah untuk mengorbankannya merupakan ujian yang tidak mudah dalam konteks apa pun. Namun, ia menekankan bahwa baik Nabi Ibrahim maupun Nabi Ismail menjalani perintah tersebut dengan penuh keikhlasan.

Di sisi lain, AHY mengatakan bahwa perintah dalam kisah Nabi Ibrahim kini menjadi pedoman bagi seluruh umat manusia untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan sekaligus peduli dan berbagi. Semangat kepedulian inilah, menurutnya, yang mendasari Partai Demokrat dalam menyalurkan hewan kurban pada Idul Adha tahun ini.

“Ini pula yang menjadi semangat Partai Demokrat. Kita ingin Demokrat semakin punya makna dengan menghadirkan hewan-hewan kurban yang kemudian didistribusikan bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ucapnya.

Lebih jauh, AHY menegaskan bahwa perjuangan Partai Demokrat untuk rakyat tidak hanya berhenti pada pembagian daging kurban. Partainya, kata dia, terus memperjuangkan aspirasi rakyat melalui kebijakan, undang-undang, dan produk legislasi lain yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Ia juga menyuarakan pentingnya menjaga keseimbangan dengan alam.

“Ini adalah perjuangan Demokrat di forum-forum yang kita hadiri, kita kuat menyuarakan itu, Prosperity dan juga Sustainability. Alam dan lingkungan kita adalah milik anak cucu kita, milik generasi selanjutnya. Oleh karena itu harus kita jaga dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, AHY juga melaporkan perkembangan pembangunan gedung DPP Partai Demokrat. Ia berharap gedung tersebut dapat menjadi rumah yang lebih berwibawa dan bermanfaat bagi seluruh kader serta masyarakat luas.

“Tetapi ini adalah ikhtiar kita semuanya. Saya laporkan kepada para kader, dari kita untuk kita. Insyaallah ini akan semakin baik untuk menyelenggarakan acara-acara kebersamaan termasuk kegiatan seperti ini,” pungkasnya.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar