Kebocoran Gas Metana dari Septic Tank Sebabkan Sebelas Kali Kebakaran di Rumah Warga Sleman

- Senin, 25 Mei 2026 | 11:40 WIB
Kebocoran Gas Metana dari Septic Tank Sebabkan Sebelas Kali Kebakaran di Rumah Warga Sleman

Sebanyak sebelas kali kebakaran terjadi dalam kurun waktu dua hari di sebuah rumah warga di Padukuhan Mriyan X, Margomulyo, Sleman. Peristiwa yang berlangsung sejak Sabtu (23/5) malam hingga Minggu (24/5) itu menyita perhatian aparat setempat. Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polresta Sleman bersama Tim Gegana Polda Daerah Istimewa Yogyakarta pun diterjunkan untuk mengungkap penyebab di balik rangkaian kebakaran tersebut.

Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa kebakaran dipicu oleh kebocoran gas metana yang berasal dari septic tank. Kapolsek Seyegan, AKP Pujiono, menjelaskan bahwa gas metana tersebut masuk ke dalam rumah melalui saluran pembuangan yang tidak sesuai standar. “Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (24/5/2026).

Dalam keterangannya, Pujiono merinci bahwa kebakaran terjadi secara berulang dalam dua hari terakhir. Berbagai benda di dalam rumah menjadi sasaran api, mulai dari pintu kamar mandi, handuk, kursi ruang tamu, hingga sebagian kasur dan kain di kamar mandi. “Di antaranya membakar bagian pintu kamar mandi dan handuk, kemudian kursi ruang tamu, sebagian kasur kamar, hingga kain di kamar mandi kembali terbakar,” jelasnya.

Setelah pemeriksaan lanjutan yang dilakukan hingga pukul 12.00 WIB, tim tidak lagi menemukan indikasi kebocoran gas metana. Meski demikian, polisi mengimbau pemilik rumah untuk segera melakukan perbaikan pada sistem saluran pembuangan. Sebab, septic tank di rumah tersebut tidak hanya menampung limbah rumah tangga, tetapi juga limbah dari usaha pemotongan ayam.

“Tim Gegana menyarankan agar septic tank segera dibongkar dan dilakukan penggantian pipa pembuangan sesuai standar keamanan, mengingat septic tank tersebut digunakan untuk limbah rumah tangga sekaligus limbah pemotongan ayam,” kata Pujiono menambahkan.

Pemilik rumah, Mutfiana, menuturkan bahwa kebakaran pertama kali terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 12.00. Saat itu, api muncul dari kain yang terbakar, lalu menjalar hingga ke kusen pintu. “Itu dari Sabtu (23/5) malam jam 12 malam. Awalnya kain yang terbakar. Terus muncul lagi sampai merembet kusen pintu,” ungkapnya saat ditemui wartawan pada Minggu (24/5/2026).

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar