30–40 Orang Dikhawatirkan Terjebak di Reruntuhan Gedung Ambruk di Filipina

- Minggu, 24 Mei 2026 | 10:15 WIB
30–40 Orang Dikhawatirkan Terjebak di Reruntuhan Gedung Ambruk di Filipina

Antara 30 hingga 40 orang dikhawatirkan masih terjebak di bawah reruntuhan sebuah gedung sembilan lantai yang ambruk di Angeles City, wilayah utara Manila, Filipina, pada Minggu, 24 Mei 2026. Peristiwa ini memicu operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran yang hingga kini masih berlangsung di tengah kondisi puing yang kompleks.

Pejabat informasi Angeles City, Jay Pelayo, mengungkapkan bahwa delapan orang yang berada di sekitar lokasi berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Sementara itu, 11 pekerja lainnya, termasuk seorang mandor proyek, dilaporkan berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan runtuh sepenuhnya.

“Sekitar 30 hingga 40 orang dilaporkan hilang berdasarkan informasi dari mandor proyek,” ujar Pelayo dalam wawancara dengan radio DZBB.

Hingga saat ini, penyebab runtuhnya bangunan belum dapat dipastikan. Tim insinyur kota tengah meninjau riwayat konstruksi gedung tersebut sebagai bagian dari penyelidikan awal. Pelayo menambahkan bahwa sistem komando terpadu masih bekerja dan penilaian menyeluruh belum rampung.

“Terlalu dini untuk menentukan penyebab runtuhnya bangunan,” katanya.

Proses evakuasi menghadapi kendala serius karena struktur bangunan yang didominasi material beton. Material tersebut menyulitkan tim penyelamat dalam memindahkan puing-puing besar yang menumpuk. Foto yang beredar memperlihatkan gedung itu hancur menjadi tumpukan beton dan besi bengkok, sebagian tertutup jaring hijau.

Di sisi lain, kabel listrik di sekitar lokasi insiden ikut terdampak dan kini tengah diamankan oleh petugas. Pemerintah setempat mengimbau warga untuk bekerja sama dengan otoritas agar proses penyelamatan tidak terhambat dan tidak menimbulkan risiko tambahan bagi korban maupun petugas di lapangan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar