Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih Tewas Ditembak Secret Service, Satu Warga Sipil Terluka

- Minggu, 24 Mei 2026 | 07:55 WIB
Pelaku Penembakan di Dekat Gedung Putih Tewas Ditembak Secret Service, Satu Warga Sipil Terluka

Seorang pria yang melepaskan tembakan di kawasan sekitar Gedung Putih, Amerika Serikat, tewas setelah terlibat baku tembak dengan aparat Secret Service. Insiden tersebut terjadi pada Sabtu (23/5) malam waktu setempat, di mana pelaku diduga menembaki petugas yang tengah berjaga di pos pemeriksaan keamanan. Tembakan balasan dari agen Secret Service kemudian mengenai pelaku, yang akhirnya menghembuskan napas terakhir setelah sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis.

Menurut laporan yang diterbitkan oleh AFP dan CBS News pada Minggu (25/5/2026), kontak senjata itu bermula ketika pelaku melepaskan tembakan ke arah agen di luar kompleks kepresidenan. Petugas yang berada di lokasi segera merespons dengan tembakan balasan. Pelaku yang terkena tembakan sempat mendapatkan perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong. Dalam pernyataan resmi, Secret Service mengonfirmasi bahwa satu warga sipil juga tertembak selama peristiwa itu berlangsung.

“Setelah pria bersenjata itu melepaskan tembakan ke arah agen di pos pemeriksaan keamanan dekat Gedung Putih, petugas polisi Secret Service membalas tembakan, mengenai tersangka, yang kemudian dibawa ke rumah sakit setempat, di mana ia kemudian meninggal dunia,” demikian bunyi pernyataan Secret Service.

Hingga saat ini, otoritas setempat belum mengungkap identitas pelaku maupun warga sipil yang menjadi korban tembakan. Belum dapat dipastikan pula apakah warga tersebut terkena tembakan dari pelaku atau dari aparat. Kondisi warga sipil yang tertembak itu pun belum diketahui secara jelas. Sementara itu, tidak ada personel Secret Service yang mengalami luka dalam insiden tersebut.

Secret Service juga menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump berada di dalam Gedung Putih saat kejadian berlangsung. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa presiden “tidak terpengaruh” oleh insiden tersebut dan tetap dalam keadaan aman.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar