Lima Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Masih Dirawat, 16 Tewas dalam Insiden Beruntun

- Minggu, 24 Mei 2026 | 07:25 WIB
Lima Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur Masih Dirawat, 16 Tewas dalam Insiden Beruntun

Polisi masih mencatat lima orang korban tabrakan antara Kereta Api (KA) Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur yang hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kelima korban tersebut tersebar di empat fasilitas kesehatan berbeda, sementara korban lain yang sebelumnya dirawat sudah mulai berangsur pulang ke rumah masing-masing.

“Terkait kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, hingga saat ini masih terdapat 5 orang korban yang menjalani perawatan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, kepada wartawan pada Minggu (24/5/2026). Ia merinci bahwa dua orang dirawat di RS Primaya Bekasi Timur, satu orang di RSUD Kabupaten Bekasi, satu orang di RS Primaya Bekasi Barat, dan satu orang lainnya di Eka Hospital Harapan Indah.

Peristiwa nahas yang terjadi pada Senin (27/4) lalu itu menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 90 penumpang lainnya. Seluruh korban jiwa dan luka berasal dari penumpang KRL, sementara tidak ada korban dari pihak penumpang KA Argo Bromo Anggrek. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kemudian memaparkan kronologi lengkap kecelakaan tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis (21/5/2026).

Menurut penjelasan Dudy, rangkaian kejadian bermula ketika sebuah taksi berwarna hijau mogok di tengah rel kawasan Bekasi Timur sekitar pukul 20.48 WIB. Tak lama kemudian, KRL 5181B dengan relasi Cikarang-Jakarta melintas dan menabrak taksi yang mogok tersebut. Insiden itu langsung memicu kerumunan warga yang berhenti untuk menyaksikan kejadian di lokasi.

“Timbul kerumunan di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut,” kata Dudy saat memaparkan kronologi di hadapan anggota dewan.

Sementara itu, pada jalur berlawanan dengan relasi Jakarta-Cikarang, KRL 5568A diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.45 WIB menuju Stasiun Bekasi Timur. KRL tersebut mengalami keterlambatan perjalanan selama delapan menit dan tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.49 WIB. Setelah sempat berjalan meninggalkan stasiun, KRL itu terpaksa berhenti karena kerumunan warga yang memadati jalur di depannya.

Di sisi lain, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi pada pukul 20.51 WIB atau lebih awal tiga menit dari jadwal. Dengan kecepatan mencapai 108 kilometer per jam, kereta jarak jauh tersebut kemudian menabrak KRL 5568A di sekitar Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20.52 WIB. “Tumburan terjadi pada jam 20.52 WIB,” ujar Dudy.

Sebelumnya, KRL 5568A telah tiba lebih awal satu menit di Stasiun Bekasi pada pukul 20.34 WIB. Pada waktu yang hampir bersamaan, KA Sawunggalih 116B tiba pukul 20.35 WIB di stasiun yang sama dalam kondisi terlambat lima menit dari jadwal. “KA Sawunggalih diberangkatkan pukul 20.37 dari Stasiun Bekasi dan melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39,” jelas Dudy.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar