Mendiktisaintek Minta Untan Tindak Tegas Mahasiswa Tersangka Penyebar Deepfake Vulgar

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 05:20 WIB
Mendiktisaintek Minta Untan Tindak Tegas Mahasiswa Tersangka Penyebar Deepfake Vulgar

Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau deepfake untuk menyunting foto mahasiswi secara vulgar mengguncang lingkungan akademik. Seorang mahasiswa Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial RY, menjadi tersangka dalam kasus yang memicu perhatian luas ini. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto langsung merespons dengan meminta pihak universitas memastikan proses penanganan kasus berlangsung cepat dan tepat.

“Sejak Senin kemarin, kami sudah berkoordinasi langsung dengan pihak Universitas Tanjungpura untuk memastikan penanganannya berjalan cepat, objektif, dan mengutamakan perlindungan bagi korban,” ujar Brian saat dihubungi, Jumat (15/5/2026).

Brian menegaskan bahwa kasus ini bukan sekadar pelanggaran etika biasa, melainkan persoalan serius yang menyangkut martabat, privasi, dan rasa aman mahasiswa. Menurutnya, kampus semestinya menjadi ruang yang aman untuk belajar, bertumbuh, dan membangun masa depan. “Tidak boleh ada pembiaran terhadap tindakan yang merendahkan atau mempermalukan orang lain, termasuk melalui penyalahgunaan teknologi digital dan AI,” jelasnya.

Di sisi lain, Brian mengapresiasi langkah cepat Untan yang langsung mengaktifkan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT). Universitas juga telah memulai penanganan internal sambil menjalani proses pemeriksaan secara mendalam dan hati-hati.

Menurut Brian, kecerdasan buatan merupakan alat yang sangat kuat untuk pendidikan, riset, dan kemajuan bangsa. Namun, tanpa nilai moral dan empati, teknologi justru dapat disalahgunakan dan melukai orang lain. “Ke depan, saya mendorong seluruh perguruan tinggi untuk semakin memperkuat literasi etika digital, keamanan digital, serta pencegahan kekerasan berbasis gender dan kekerasan berbasis digital di lingkungan kampus,” imbuhnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar