Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp77.750 per Kilogram, Tertinggi di Antara Bahan Pokok

- Jumat, 15 Mei 2026 | 11:15 WIB
Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp77.750 per Kilogram, Tertinggi di Antara Bahan Pokok

Harga cabai rawit merah di pasar eceran nasional menembus angka Rp77.750 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas pangan dengan lonjakan harga paling signifikan. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan bahwa harga tersebut tercatat pada Jumat, 15 Mei 2026, di tingkat pedagang eceran secara nasional.

Komoditas lain yang turut mencatatkan harga tinggi adalah telur ayam ras yang mencapai Rp32.450 per kilogram. Sementara itu, harga bawang merah berada di posisi Rp52.500 per kilogram, dan bawang putih dibanderol Rp42.950 per kilogram. Kenaikan harga beberapa bahan pokok ini menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah yang bergantung pada komoditas tersebut dalam kebutuhan sehari-hari.

Di sektor beras, harga bervariasi tergantung kualitasnya. Beras kualitas bawah I dijual seharga Rp15.200 per kilogram, sedangkan beras kualitas bawah II mencapai Rp15.600 per kilogram. Untuk kualitas medium I, harganya tercatat Rp16.000 per kilogram, dan medium II di angka Rp15.800 per kilogram. Adapun beras kualitas super I dibanderol Rp17.250 per kilogram, dan super II seharga Rp17.000 per kilogram.

Selain cabai rawit merah, harga cabai merah besar juga terpantau tinggi, yakni Rp61.400 per kilogram. Cabai merah keriting dijual Rp56.950 per kilogram, dan cabai rawit hijau mencapai Rp47.400 per kilogram. Lonjakan harga cabai ini kerap menjadi indikator inflasi pangan karena permintaannya yang tinggi di berbagai daerah.

Untuk protein hewani, daging ayam ras segar tercatat Rp43.600 per kilogram. Sementara itu, daging sapi kualitas I dijual Rp143.050 per kilogram, dan daging sapi kualitas II di harga Rp132.000 per kilogram. Perbedaan harga yang cukup lebar antara kedua kualitas daging sapi ini mencerminkan segmentasi pasar yang jelas antara konsumen kelas atas dan menengah.

Komoditas lainnya, gula pasir kualitas premium dibanderol Rp21.250 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal lebih murah di angka Rp19.500 per kilogram. Di sisi lain, harga minyak goreng curah tercatat Rp20.000 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I dijual Rp24.900 per liter, dan kemasan bermerek II seharga Rp23.800 per liter. Fluktuasi harga minyak goreng dalam beberapa bulan terakhir masih menjadi sorotan, terutama setelah kebijakan distribusi yang sempat berubah.

Data ini menjadi gambaran terkini mengenai tekanan harga pangan yang dihadapi masyarakat. Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan terus memantau perkembangan ini untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar