Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah Rangkaian KRL Usai Kecelakaan di Bekasi

- Kamis, 30 April 2026 | 07:35 WIB
Menteri PPPA Usul Gerbong Khusus Wanita Dipindah ke Tengah Rangkaian KRL Usai Kecelakaan di Bekasi
Berikut adalah hasil penulisan ulang artikel tersebut dengan gaya bahasa manusiawi, sesuai dengan instruksi yang diberikan:

Usulan untuk memindahkan gerbong KRL khusus wanita dari ujung rangkaian ternyata memicu perdebatan sengit. Ada yang setuju, ada pula yang menolak keras. Gagasan ini muncul begitu saja setelah insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Awalnya, usulan ini dilontarkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi. Menurutnya, gerbong wanita sebaiknya tidak lagi berada di posisi paling depan atau belakang. Ia menyarankan agar gerbong tersebut ditempatkan di tengah-tengah rangkaian kereta.

“Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” ujar Arifah kepada wartawan, Selasa (28/4/2026), usai menjenguk korban di RSUD Bekasi.

Kecelakaan itu sendiri terjadi sehari sebelumnya, Senin (27/4). Saat itu, KA Argo Bromo Anggrek menabrak KRL jurusan Cikarang dari arah belakang. Nah, dari situlah Arifah kemudian mengusulkan agar gerbong paling ujung baik depan maupun belakang hanya diisi oleh penumpang pria.

“Jadi yang laki-laki di ujung. Depan belakang itu laki-laki, jadi yang perempuan di tengah gitu,” katanya.

Di media sosial, usulan ini langsung ramai diperbincangkan. Tak hanya warganet, para legislator pria maupun wanita juga ikut angkat bicara. Pihak KAI dan pemerintah pun akhirnya buka suara soal wacana pemindahan gerbong wanita ini.

Perlu dicatat, kecelakaan tersebut terbilang parah. Sebanyak 16 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 90 lainnya luka-luka. Ironisnya, seluruh korban jiwa adalah perempuan. Pasalnya, lokomotif KA Argo Bromo Anggrek menghantam gerbong khusus wanita yang saat itu berada di bagian paling belakang rangkaian KRL.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar