Kemendikdasmen Ubah Sistem Pencairan Tunjangan Profesi Guru dari Triwulanan Menjadi Bulanan

- Rabu, 29 April 2026 | 02:45 WIB
Kemendikdasmen Ubah Sistem Pencairan Tunjangan Profesi Guru dari Triwulanan Menjadi Bulanan

Jakarta Kabar baik buat para guru. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi mengubah sistem pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG). Kalau dulu cairnya tiap tiga bulan sekali, sekarang jadi setiap bulan. Katanya sih, ini bikin guru lebih sejahtera dan makin perhatian sama murid-muridnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, bilang perubahan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah ingin memberikan kepastian. Soalnya, selama ini banyak guru yang mengandalkan tunjangan itu buat kebutuhan sehari-hari.

“Bagi kami, tunjangan guru bukan sekadar angka dalam anggaran, tetapi bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang setiap hari hadir mendidik generasi bangsa. Dengan dipenuhi haknya, kami berharap para guru dapat lebih fokus mengajar dan memberikan layanan pendidikan yang terbaik bagi murid-murid,” kata Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta, Selasa, 28 April 2026.

Nah, gimana dampaknya di lapangan? Salah satu yang merasakan langsung adalah Eros Rosidah. Ia sudah delapan tahun jadi guru, tepatnya di SDN Cipayung 01 Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Tiga tahun terakhir, statusnya sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja alias PPPK.

Menurut Eros, TPG yang cair tiap bulan itu benar-benar terasa. Bukan cuma buat dirinya sendiri, tapi juga buat murid-murid yang kurang mampu.

“Puji syukur, hampir semua guru di sini sudah mendapatkan TPG. Dengan TPG, dana tersebut juga kami manfaatkan untuk membantu beberapa murid yang memerlukan keperluan sekolah seperti buku, sepatu, maupun tas. Kami sangat senang, selain menjadi tabungan untuk kami pribadi, TPG juga bermanfaat untuk murid kami,” ujar Eros.

Cerita serupa datang dari Syamsuddin. Pria ini sudah mengabdi sejak 1999, juga di SDN Cipayung 01 Ciputat. Sebagai guru senior, ia tahu betul pentingnya kesejahteraan. Menurutnya, perubahan sistem dari tiga bulanan ke bulanan itu sangat membantu soal pengaturan keuangan.

“Sekarang lebih lancar karena diterima setiap bulan. Puji syukur sangat membantu saya baik untuk kebutuhan keluarga maupun pengembangan diri,” kata dia.

Syamsuddin nambain, TPG nggak cuma buat kebutuhan rumah tangga. Ia juga pakai buat beli laptop, lanjut sekolah, atau beli perlengkapan ngajar. Intinya, tunjangan ini bikin guru lebih tenang, dan ujung-ujungnya kualitas ngajar juga ikut naik.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar