IDF Dituduh Lakukan Penjarahan di Lebanon Selatan, Kepala Staf Sebut Aksi Itu Memalukan

- Selasa, 28 April 2026 | 22:35 WIB
IDF Dituduh Lakukan Penjarahan di Lebanon Selatan, Kepala Staf Sebut Aksi Itu Memalukan

Pasukan Israel atau yang biasa kita dengar IDF ternyata kedapatan menjarah di beberapa titik di Lebanon selatan. Ini terjadi di tengah konflik Timur Tengah yang masih panas. Ironisnya, IDF sendiri melarang keras aksi penjarahan terhadap properti milik warga Lebanon. Ya, larangan itu ada. Tapi kenyataan di lapangan? Ceritanya lain.

Menurut laporan dari surat kabar Israel, Haaretz yang dikenal beraliran kiri pasukan Israel di Lebanon selatan telah membawa kabur sejumlah besar properti milik warga sipil. Mereka mengutip kesaksian langsung dari pasukan dan komandan Israel yang ada di lokasi. Jadi ini bukan kabar angin semata.

Di media sosial, beredar rekaman yang cukup mencengangkan. Tentara Israel saling merekam satu sama lain, sambil bercanda, saat mereka merusak barang-barang di dalam rumah warga. Dari gambarnya, lokasinya tampak seperti di Lebanon selatan. Suasana dalam video itu? Santai. Seolah mereka sedang main-main, bukan merusak properti orang.

Ada juga foto lain yang menunjukkan seorang tentara menggunakan palu godam untuk menghancurkan patung. Patung apa dan milik siapa, tidak jelas. Tapi aksinya terekam jelas.

Di sisi lain, pimpinan militer Israel bereaksi keras. Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Letnan Jenderal Eyal Zamir, langsung angkat bicara. Ia mengeluarkan peringatan yang cukup tegas kepada pasukannya soal penjarahan di Lebanon.

"Fenomena penjarahan, jika memang ada, sangat memalukan dan berisiko mencoreng nama IDF secara keseluruhan. Jika insiden seperti itu terjadi, kami akan menyelidikinya,"

Itu pernyataannya, seperti dilansir kantor berita AFP, Selasa (28/4/2026). Nada bicaranya serius. Tapi ya, publik masih menunggu apakah penyelidikan itu benar-benar terjadi atau cuma gertak saja. Soalnya, rekaman dan kesaksian sudah bertebaran di mana-mana. Sulit untuk bilang "jika memang ada" ketika bukti sudah ada di depan mata.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar