Kepala Mossad, David Barnea, baru saja mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan. Badan intelijen Israel itu mengklaim berhasil menembus wilayah Iran dan Lebanon. Bukan sekadar masuk, mereka bilang operasi ini sukses besar mereka membawa pulang "intelijen berharga". Katanya, sebagian besar informasi sensitif itu berasal dari dalam Iran sendiri.
Pernyataan ini disampaikan Barnea pada Selasa, 28 April 2026 waktu setempat. Dilansir dari Al Arabiya, dia bicara soal bagaimana Mossad kini berubah. Dulu, kata dia, fokus utama mereka adalah aktivitas rahasia yang dilakukan di sela-sela konflik. Tapi sekarang? Ceritanya lain.
Barnea menyebut ada pergeseran besar dalam pendekatan operasional. Mossad, menurut dia, sudah bertransformasi menjadi kekuatan yang jauh lebih ofensif. Lebih aktif. Lebih agresif. Terutama selama masa perang seperti sekarang. Dia bilang badan intelijen itu sudah menunjukkan kemampuan operasional yang "belum pernah terjadi sebelumnya" di negara-negara yang menjadi target operasi.
Menurutnya, pergeseran ini bukan cuma omong kosong. Ada bukti nyata. Operasi-operasi yang menargetkan Iran dan Lebanon, misalnya, didukung oleh unit-unit baru yang dibentuk dalam beberapa tahun terakhir. Ditambah lagi dengan adopsi teknologi canggih dan inovasi di berbagai lini. Semua itu, kata Barnea, memungkinkan Mossad mendapatkan keuntungan intelijen baik strategis maupun taktis. Termasuk akses ke apa yang dia sebut sebagai "rahasia paling sensitif" milik musuh.
Yang menarik, Barnea juga menekankan satu hal. Di tengah semua kecanggihan teknologi itu, dia tetap menekankan pentingnya kemampuan operasional berbasis manusia. Manusia, katanya, tetap jadi ujung tombak untuk melaksanakan misi-misi khusus. Jadi meskipun teknologinya canggih, faktor manusia tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Barnea sendiri sudah memimpin Mossad sejak Juni 2021. Masa jabatannya akan berakhir pada Juni 2026. Mungkin ini salah satu pernyataan terakhirnya yang cukup keras sebelum lengser.
Artikel Terkait
Mensos Gus Ipul Tegaskan Pendamping PKH Harus Profesional dan Berintegritas, Pelanggaran Tak Ditoleransi
Paman di Bogor Curi Motor Keponakan, Hasilnya Dipakai Foya-Foya dengan Wanita
Geopark Rinjani-Lombok Kembali Pertahankan Status UNESCO Global Geopark untuk Kedua Kalinya
Mobil Terbakar di Tol Dalam Kota Arah Cawang, Macet Mengular Hingga Palmerah