Megawati Terima Kunjungan Rektor UTAR, Bahas Kerja Sama Riset BRIN dengan Malaysia

- Senin, 27 April 2026 | 18:25 WIB
Megawati Terima Kunjungan Rektor UTAR, Bahas Kerja Sama Riset BRIN dengan Malaysia

Menteng, Jakarta, Senin lalu, suasana di kediaman Megawati Soekarnoputri terasa sedikit berbeda. Presiden ke-5 RI itu kedatangan tamu dari Malaysia. Bukan sembarang tamu, melainkan Rektor Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Professor Dato' Dr. Ewe Hong Tat, beserta rombongan. Pertemuan ini, kata mereka, bukan sekadar basa-basi.

Pembahasannya cukup serius. Utamanya, soal rencana kerja sama antara UTAR dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional, atau yang lebih dikenal dengan BRIN. Megawati, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, disebut-sebut sangat antusias menanggapi hal ini.

Rektor UTAR sendiri mengaku baru saja bertemu dengan tim dari BRIN. Mereka menjajaki kemungkinan kolaborasi di bidang riset. Megawati, mendengar itu, langsung bereaksi. Ia berjanji akan meminta organisasi riset di bawah BRIN untuk menindaklanjuti rencana tersebut.

"Sebagai Ketua Dewan Pengarah BRIN, saya menyambut baik rencana kerja sama antara UTAR dan BRIN," ujar Megawati dalam keterangan resminya.

Pertemuan itu berlangsung cukup hangat. Dari pihak UTAR, Rektor didampingi Wakil Rektor Zuraidah Binti Abd Manaf dan Direktur Institut Studi Pascasarjana dan Penelitian, Bernard Saw Lip Huat. Sementara Megawati, ia ditemani Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDIP Rokhmin Dahuri, dan Eriko Sotarduga.

Rokhmin Dahuri, yang ikut dalam pertemuan itu, memberikan sedikit gambaran. Menurutnya, UTAR adalah universitas swasta terkemuka di Malaysia. Fokus mereka pada keunggulan akademik dan riset global. Ia pun menyampaikan rasa hormat atas kunjungan tersebut.

"Ini merupakan kunjungan kehormatan Rektor UTAR dan delegasi ke kediaman Ibu Megawati. Sekaligus menjajaki kerja sama BRIN dengan UTAR," jelas Rokhmin.

Ia lalu menambahkan satu hal yang menarik. "Tadi Pak Rektor UTAR menyinggung soal riset mengenai pisang. Ibu Megawati lalu menjelaskan bahwa Indonesia memiliki banyak jenis pisang."

Megawati, kata Rokhmin, meminta agar pembicaraan soal kerja sama riset ini diperdalam. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam itu, fokusnya memang pada rencana kolaborasi antara UTAR dengan BRIN dan beberapa perguruan tinggi di Indonesia.

Rokhmin kemudian memaparkan lebih rinci. Rencana kerja samanya cukup luas. Meliputi kolaborasi penelitian di bidang biodiversity, pemetaan genetik flora dan fauna, hingga bioprospecting dan ekstraksi natural products untuk industri pangan fungsional dan farmasi. Ada juga soal pengembangan pangan lokal, mitigasi dan adaptasi perubahan iklim global, pengelolaan air limbah, serta penggunaan teknologi untuk energi dan pangan berkelanjutan.

"Ibu Megawati dan Rektor UTAR mendorong pertukaran mahasiswa antara UTAR dengan sejumlah Perguruan Tinggi di Indonesia. Indonesia juga diajak untuk lebih aktif berpartisipasi di ASEAN Academy of Engineering and Technology," urai Rokhmin.

Di sisi lain, ada cerita lama yang masih relevan. Rokhmin mengingatkan bahwa Megawati pernah menerima gelar doktor kehormatan dari UTAR. Itu terjadi di Selangor, Malaysia, pada 2 Oktober 2023 lalu. Gelar itu diberikan sebagai bentuk pengakuan atas kepemimpinan visioner dan kontribusinya di bidang sosial-politik.

"Saat itu, Ibu Megawati menyampaikan orasi ilmiah berjudul Transformasi Sosial Bangsa Indonesia Dalam Perspektif Ideologi Pancasila," pungkasnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar