Momen Canggung Warnai Penandatanganan Proyek Jalan Pembangunan Irak-Turki

- Kamis, 30 Juli 2026 | 10:54 WIB
Momen Canggung Warnai Penandatanganan Proyek Jalan Pembangunan Irak-Turki

Penandatanganan perjanjian proyek raksasa Jalan Pembangunan antara Irak dan Turki diwarnai insiden diplomatik yang memalukan. Menteri Perhubungan Irak, Wahab al-Hassani, menolak menandatangani dokumen kerja sama di hadapan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Perdana Menteri Irak Ali Faleh al-Zaidi.

Video yang viral di media sosial memperlihatkan momen tegang saat Al-Zaidi menegur al-Hassani dari atas podium dengan nada kesal. "Pak Menteri, mengapa Anda tidak menandatangani perjanjian itu?" tanyanya. Peristiwa itu terjadi saat konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Turki, Ankara, Selasa (27/7) malam waktu setempat.

Al-Hassani, yang disebut berasal dari kelompok milisi Badr yang pro-Iran, menjawab bahwa ia telah mengirim pesan WhatsApp kepada Al-Zaidi. Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut mengenai isi pesan tersebut. Beberapa menit kebingungan terekam dalam video sebelum akhirnya perjanjian ditandatangani di ruangan terpisah, disaksikan kedua pemimpin.

Menteri Perhubungan Turki, Abdulkadir Uraloglu, mengunggah foto momen penandatanganan di media sosial, menunjukkan dokumen ditandatangani di ruang yang berbeda dengan lokasi jumpa pers. Hingga kini belum ada konfirmasi resmi mengapa al-Hassani sempat menolak menandatangani perjanjian. Dalam video yang beredar, Erdogan juga terlihat memanggil menterinya untuk menanyakan mengapa hanya ada empat dokumen, padahal seharusnya lima.

Sekilas Proyek Jalan Pembangunan

Pada malam yang sama, Al-Zaidi dan Erdogan sepakat memulai pelaksanaan proyek strategis Development Road serta melanjutkan pertemuan komite tetap bersama yang membahas isu sumber daya air. Proyek ini, yang juga disebut Al-Tariq al-Tanmiya atau Dry Canal, adalah infrastruktur raksasa senilai sekitar US$ 17 miliar (Rp 270 triliun) yang menghubungkan Teluk Persia di Irak selatan ke Eropa melalui Turki. Secara sederhana, proyek ini merupakan "Jalan Sutra Baru" yang menghubungkan Asia dan Eropa melalui jalur darat dan rel kereta api berkecepatan tinggi.

Analis politik Turki, Cukuk Oglu, mengatakan kepada media Irak bahwa proyek Development Road menjadi agenda utama kunjungan Al-Zaidi ke Ankara. Irak berharap kunjungan tersebut menghasilkan kemajuan nyata dalam kerja sama di bidang air, keamanan, dan energi. Kunjungan ke Turki dilakukan setelah Al-Zaidi mengunjungi Amerika Serikat pada 14 Juli dan Iran pada 24 Juli, sebagai bagian dari rangkaian diplomasi regional dan internasional Irak.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags