Partai Keadilan dan Pembangunan (AK Parti) yang berkuasa di Turkiye genap berusia seperempat abad pada 14 Agustus 2026. Dalam perayaan yang digelar partai pimpinan Presiden Recep Tayyip Erdogan itu, sejumlah pencapaian dan agenda politik baru kembali ditegaskan.
Dalam pidato peringatannya, Erdogan mengklaim sekitar 90 persen dari program partai dan manifesto pemilu yang dijanjikan sejak pertama kali berkuasa pada 2002 telah berhasil dipenuhi. Salah satu sorotan utamanya adalah transformasi industri pertahanan Turkiye yang kini mampu memproduksi kapal perang, pesawat nirawak, helikopter, rudal, hingga kapal selam secara mandiri sebuah lompatan besar dari masa ketika Turkiye masih mengimpor senapan infanteri.
Erdogan juga memuji transisi ke sistem pemerintahan presidensial eksekutif pada 2018 yang dinilai berhasil mengatasi ketidakstabilan politik masa lalu. "Jangan ada yang mengharapkan kami untuk lelah," ujarnya, sembari menyatakan AK Parti siap melangkah menuju seperempat abad kedua demi mewujudkan visi Century of Türkiye.
Regenerasi dan Inisiatif Baru
Menyongsong fase berikutnya, AK Parti melakukan penyegaran struktural dengan memasukkan 39 anggota baru ke dalam Dewan Keputusan dan Eksekutif Pusat (MKYK), sehingga memperbarui 52 persen komposisi lembaga tinggi partai. Langkah ini diambil untuk memperkuat organisasi dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
Di sisi lain, partai bentukan Erdogan terus mengawal proses sosial-politik bertajuk "Turkiye Tanpa Teror" yang diperkuat lewat pengesahan RUU Penguatan Solidaritas Nasional dan Integrasi Sosial di parlemen Turkiye (TBMM). Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas domestik di tengah dinamika politik yang ada.
Pernyataan Erdogan
Erdogan menegaskan bahwa pencapaian 25 tahun ini bukanlah akhir dari perjuangan politik mereka. "Kita berada di awal perjalanan. Gerakan ini, tim ini, dan kaum muda ini bersama anak-cucu mereka akan memimpin Turki, insya Allah, pertama-tama menuju tahun 2053 dan kemudian menuju tahun 2071," ujarnya.
Ia juga memaparkan sejumlah data ekonomi: Turkiye yang dulunya merupakan ekonomi terbesar ke-21 di dunia, kini menempati peringkat ke-16 secara global dan ke-6 di Eropa per 2025. Ekspor tahunan meningkat dari 36 miliar dolar AS pada 2002 menjadi 278 miliar dolar AS pada Juni lalu, sementara pendapatan nasional naik dari 240 miliar dolar AS menjadi 1,6 triliun dolar AS.
Dalam kesempatan itu, Erdogan juga mengenang janji-janji yang telah ditepati, seperti mengakhiri larangan penggunaan jilbab di universitas, sekolah, dan sektor publik, serta menghapus ketidakadilan dalam sistem penerimaan universitas. "Kami berjanji untuk mengakhiri larangan penggunaan jilbab, dan kami telah mewujudkannya," tegasnya.
Artikel Terkait
Momen Canggung Warnai Penandatanganan Proyek Jalan Pembangunan Irak-Turki
Media Yunani Kecam Trump yang Dinilai Terlalu Tunduk pada Erdogan soal F-35
Erdogan: Pemerintah Israel yang Kecanduan Perang Jangan Dibiarkan Menyeret Kawasan ke Pertumpahan Darah
Erdogan Desak Turki Masuk dalam Struktur Keamanan Eropa Jelang KTT NATO