Trump: Pelaku Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih Bikin Manifesto Penuh Kebencian terhadap Umat Kristen

- Senin, 27 April 2026 | 00:35 WIB
Trump: Pelaku Penembakan di Gala Dinner Gedung Putih Bikin Manifesto Penuh Kebencian terhadap Umat Kristen
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, angkat bicara soal insiden penembakan yang terjadi di acara gala dinner Gedung Putih. Menurut Trump, pelaku sempat menulis manifesto isinya penuh kebencian terhadap umat Kristen. Katanya, orang itu memang sudah bermasalah sejak lama. “Orang itu sakit. Kalau Anda baca manifestonya, dia benci orang Kristen,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip dari AFP, Minggu (26/4/2026). Trump juga bilang, keluarga pelaku sendiri sudah lama mengeluhkan perilakunya. Bahkan, kata dia, mereka sempat melapor ke aparat penegak hukum. “Saudara perempuannya atau saudara laki-lakinya mereka benar-benar mengeluhkan hal itu. Anda tahu, mereka bahkan lapor ke polisi. Dia orang yang sangat bermasalah,” tambah Trump. Kejadian ini berlangsung pada Sabtu (25/4) malam. Saat itu Trump sedang menghadiri jamuan makan malam bersama Asosiasi Jurnalis Gedung Putih di hotel Hilton Washington DC. Suasana yang semula meriah mendadak berubah mencekam begitu tembakan terdengar dari luar ballroom. Para tamu yang ada di dalam langsung diminta merunduk di bawah meja, atau merebahkan tubuh di lantai. Agen Secret Service bergerak cepat mereka berlari menuju panggung tempat Trump dan Ibu Negara Melania berada. Tak butuh waktu lama, keduanya langsung dievakuasi. Bukan cuma Trump dan Melania, Wakil Presiden JD Vance juga ikut digiring keluar dari lokasi. Beberapa pejabat penting lainnya juga diamankan. Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy, dan Menteri Keuangan Scott Bessent semua dibawa ke tempat yang lebih aman. Pelaku penembakan sendiri sudah ditangkap. Identitasnya: Cole Tomas Allen, pria 31 tahun asal California.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar