Carlos Pena punya pekerjaan rumah yang jelas sebelum Persita Tangerang menjamu Bali United nanti. Laga pekan ke-29 Super League di Stadion Internasional Banten, Kamis (23/4) siang, jadi momen krusial. Dan bagi pelatih asal Spanyol itu, urusan paling mendesak adalah membenahi ketajaman serangan.
Bagaimana tidak? Tiga laga terakhir Pendekar Cisadane berakhir dengan nasib yang sama: kalah tipis 0-1. Mereka takluk dari Persebaya, Arema FC, dan Persik Kediri. Situasi ini jelas bikin frustrasi. Pertahanan sebenarnya cukup bagus, tapi bola tak kunjung masuk ke gawang lawan. Itu yang sekarang jadi fokus utama Pena.
Lebih Dari Sekadar Teknik
Bagi Pena, mencetak gol bukan cuma soal teknik menendang. Ini soal kepercayaan diri. Mentalitas. Dia merasa lini belakang timnya sudah bekerja dengan solid sepanjang musim. Tapi, ya itu tadi, hasil akhirnya nihil dalam beberapa pertandingan terakhir.
"Situasi ini memang tidak biasa buat kami," ujar Pena dalam konferensi pers.
Dia lalu menyebut sederet nama yang diandalkan. "Kami punya pemain-pemain yang mampu mencetak gol. Ada Hokky, Rayco, Alexa, Nur, Esal, dan masih banyak lagi."
Harapannya, laga kontra Bali United bisa jadi momentum balik. Titik di mana Persita kembali menemukan performa impresifnya, seperti yang sempat mereka tunjukkan sebelum bulan puasa.
Kilas Statistik Persita:
| Posisi Klasemen | Peringkat 8 |
| Poin | 41 poin |
| Catatan Terakhir | 3 kali kalah 0-1 beruntun |
Target di Kandang Sendiri
Nah, untuk memperbaiki catatan itu, tiga poin di kandang sendiri adalah keharusan. Posisi kedelapan dengan 41 poin masih bisa dikejar. Tapi harus ada perubahan segera. Pena yakin anak asuhnya punya motivasi besar untuk keluar dari tren buruk ini.
"Saya tahu mereka juga sakit hati dengan situasi sekarang. Besok, semoga kita bisa bantu mereka mencetak gol dan bawa pulang kemenangan," tuturnya, penuh keyakinan.
Laga nanti dipastikan tak akan mudah. Bali United bukan lawan sembarangan; tim papan atas dengan permainan terorganisir. Tapi, dukungan suporter di Serang bisa jadi modal berharga. Energi itulah yang diharapkan bisa mendorong Hokky Caraka dan kawan-kawan akhirnya merobek jala gawang lawan.
Artikel Terkait
Bocah 2 Tahun di Lombok Tengah Selamat Usai Merayap di Atap Genteng
Pesawat Khusus Haji Siap Angkut Kloter Pertama dari Banjarmasin
Pembongkaran Makam di Sidoarjo Berdasarkan Wasiat, Pemerintah Lakukan Mediasi
DJP Bebaskan Jutaan Wajib Pajak Orang Pribadi dari Kewajiban Lapor SPT Tahunan