Pertamina Serahkan Mobil Mamografi ke YKPI, Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara

- Rabu, 22 April 2026 | 14:35 WIB
Pertamina Serahkan Mobil Mamografi ke YKPI, Dorong Deteksi Dini Kanker Payudara

PT Pertamina (Persero) baru saja menyerahkan satu unit mobil mamografi ke Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI). Langkah ini, kata mereka, untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi perempuan. Penyerahannya sendiri bertepatan dengan peringatan Hari Kartini.

Menurut pihak perusahaan, ini adalah wujud nyata untuk mendorong deteksi dini kanker payudara. Caranya? Lewat layanan kesehatan keliling yang lebih inklusif. Mobil ini disebut-sebut satu-satunya di Indonesia yang dioperasikan secara mobile. Fasilitasnya lengkap, dan yang menarik, ramah difabel. Jadi, diharapkan bisa menjangkau lebih banyak perempuan di berbagai wilayah.

Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, bilang bantuan ini bagian dari komitmen perusahaan. Bukan cuma soal kesehatan perempuan, tapi juga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, kanker payudara masih jadi kasus tertinggi pada perempuan di Indonesia. Makanya, deteksi dini itu krusial.

"Mobil mamografi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak wilayah dan mendorong perempuan Indonesia berani memeriksakan diri," kata Oki dalam keterangan tertulis, Rabu (22/4/2026). "Ini bukan sekadar simbol, tetapi upaya nyata untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik dan lebih cepat."

Ketua YKPI, Linda Agum Gumelar, menyambut baik dukungan tersebut. Ia menilai kehadiran mobil mamografi terbaru yang katanya lebih canggih dan ramah difabel jadi langkah penting. Soalnya, ini bisa memperluas akses layanan kesehatan perempuan.

Di sisi lain, Pertamina dan YKPI juga meluncurkan program bernama PinkCheck. Ini semacam kampanye kesadaran untuk periksa dini kanker payudara. Targetnya, 1.000 perempuan bisa melakukan pemeriksaan. Baik lewat layanan mobil mamografi, maupun edukasi soal pemeriksaan payudara sendiri (SADARI).

"Mobil ini memungkinkan perempuan, termasuk pengguna kursi roda, mendapatkan pemeriksaan dengan nyaman dan gratis," ujar Linda. "Ini merupakan wujud nyata bahwa akses kesehatan harus inklusif dan dapat dijangkau semua kalangan."

Linda menambahkan, momentum Hari Kartini jadi simbol transformasi. Semangat kesetaraan, kata dia, diubah jadi aksi nyata dalam pemenuhan hak kesehatan perempuan.

Sementara itu, Corporate Secretary Pertamina, Arya Dwi Paramita, menjelaskan ini adalah mobil mamografi kedua yang diberikan perusahaan. Bantuan serupa pernah diberikan pada 2014. Mobil yang lama, katanya, sudah menempuh lebih dari 25.000 kilometer. Dan sudah melayani pemeriksaan gratis buat lebih dari 18.200 perempuan.

"Dengan unit yang lebih besar dan teknologi lebih canggih, kami berharap layanan ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perempuan Indonesia," ujar Arya.

Mamografi sendiri, seperti dijelaskan dalam acara itu, adalah metode pemeriksaan pakai sinar X-Ray. Efektif untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini. Pemeriksaannya diawali dengan pemeriksaan klinis oleh dokter, baru dilanjutkan pemindaian pakai alat mamografi.

"Pemeriksaan ini dianjurkan secara rutin, terutama bagi perempuan usia 40 tahun ke atas," kata dr. Hardina yang memberi sosialisasi. "Deteksi dini sangat penting karena kanker payudara sering kali tidak menunjukkan gejala khusus pada tahap awal."

Ia menambahkan, tidak semua penderita merasakan adanya benjolan. Jadi, pemeriksaan berkala jadi kunci untuk meningkatkan peluang kesembuhan.

Program ini dilaksanakan pada Selasa (21/4). Kolaborasinya dengan YKPI dan Pertamedika IHC. Selain pemeriksaan, ada juga kegiatan edukasi berupa talkshow soal pencegahan dan deteksi dini kanker payudara.

Kehadiran mobil mamografi ini ternyata disambut positif. Termasuk dari kelompok difabel. Tia, seorang pendamping difabel asal Depok, mengaku baru pertama kali ikut pemeriksaan mamografi.

"Terima kasih kepada Pertamina yang memfasilitasi pemeriksaan ini," ujarnya. "Saya berharap program ini bisa terus diperluas, termasuk bagi difabel yang selama ini kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan."

Hal senada juga disampaikan Ariani, anggota Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia.

"Pertamina sudah membantu perempuan Indonesia agar dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan," kata perempuan yang sehari-hari pakai kursi roda itu.

Ariani juga terkesan dengan fasilitas yang ada. "Saya tidak menyangka alat-alat canggih yang biasanya ada di rumah sakit kini tersedia di mobil ini. Apalagi fasilitasnya ramah difabel, jadi memudahkan saya dalam menjalani pemeriksaan."

Melalui program ini, Pertamina sepertinya ingin menegaskan komitmen. Bukan cuma sebagai perusahaan energi, tapi juga entitas yang berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Khususnya, dalam memperkuat kesehatan perempuan Indonesia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar