Petani Sawit Aceh Hadapi Kendala Akses Pascabanjir

- Senin, 20 April 2026 | 15:55 WIB
Petani Sawit Aceh Hadapi Kendala Akses Pascabanjir

Banjir yang mengguyur Aceh memang sudah surut. Tapi bagi para petani sawit, persoalan baru justru mulai terlihat. Di kebun-kebun mereka, lumpur tebal masih menutupi jalur yang biasa dilalui untuk memanen. Parit-parit penyalur air malah dipenuhi endapan. Kalau diperhatikan lebih dekat, sisa-sisa material dan pelepah pohon yang terseret arus masih berserakan di antara barisan kelapa sawit.

Akses menuju kebun jadi masalah utama sekarang. Beberapa jalur putus diterjang longsor, belum lagi jembatan kecil di sekitar lahan yang ambrol. Akibatnya, hasil panen yang sudah dipetik pun terpaksa ditimbun dulu sulit diangkut ke luar.

“Kalau langsung kerja, bisa-bisa malah celaka. Tanahnya masih labil, banyak jalan yang masih tertutup lumpur,”

kata Masri, seorang petani berusia 40 tahun dari Pidie Jaya. Suaranya terdengar lelah, tapi jelas.

Kondisi serupa sebenarnya tak cuma terjadi di Aceh. Di beberapa wilayah Sumatera, petani lain juga mengeluhkan hal yang sama. Kebun mereka masih menyisakan bekas banjir, jalur panen belum normal benar, dan segala aktivitas harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Meski begitu, semangat mereka tidak sepenuhnya padam. Dengan segala keterbatasan, para petani ini tetap datang ke kebun. Mereka memeriksa pohon, membersihkan apa yang bisa dibersihkan, dan memanen seadanya. Tak ada lagi jadwal tetap atau target produksi yang muluk. Yang penting, usaha ini tetap berjalan. Sekadar bertahan, sambil berharap keadaan perlahan membaik.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar