TVRINews, Jakarta
Langkah tegas diambil Universitas Padjadjaran. Seorang dosen kini dinonaktifkan sementara, terkait dugaan keterlibatannya dalam kasus kekerasan seksual di dalam kampus. Kebijakan ini merupakan langkah awal penanganan, sambil menunggu proses investigasi yang lebih mendalam.
Menurut Rektor Unpad, Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, pihak kampus sama sekali tak akan tutup mata. Setiap laporan yang berpotensi melukai keamanan dan martabat warga kampus akan ditanggapi dengan serius.
“Begitu laporan diterima secara lengkap, pada hari yang sama kami langsung menonaktifkan yang bersangkutan. Unpad akan memproses kasus ini dengan serius dengan tetap mengutamakan perlindungan korban,”
Demikian penegasan Arief dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).
Di sisi lain, untuk memastikan objektivitas, Unpad telah membentuk tim khusus. Tim ini tak bekerja sendiri; mereka melibatkan Satgas PPKS dan unsur Senat Fakultas. Tujuannya jelas: agar seluruh proses berjalan sesuai koridor aturan yang ada.
“Penanganan dilakukan secara hati-hati dan berbasis bukti agar keputusan yang diambil tepat. Namun sejak awal kami tegaskan, fokus utama adalah perlindungan terhadap korban,”
tambahnya.
Nada tegas kembali ia sampaikan. Jika nanti terbukti terjadi pelanggaran, sanksi pasti akan dijatuhkan. Semuanya mengacu pada ketentuan hukum dan peraturan internal perguruan tinggi.
“Kami pastikan setiap pelanggaran akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Kampus harus menjadi ruang yang aman bagi semua,”
tegas Rektor.
Pihak universitas menekankan, upaya ini bukan sekadar reaksi satu kasus. Ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang mereka untuk memperkuat sistem pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan tinggi.
Kasus ini sendiri ramai diperbincangkan setelah viral di media sosial X. Sorotan utama tertuju pada seorang guru besar Fakultas Keperawatan Unpad yang diduga meminta foto pribadi dari seorang mahasiswi peserta program pertukaran pelajar. Hingga berita ini diturunkan, proses penyelidikan masih terus berjalan.
Artikel Terkait
Polisi Ungkap Korban Dibunuh Mantan Suami dengan Cekikan dan Bekapan di Serpong
Pertamina Naikkan Harga Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex Mulai 18 April
Pasukan Hantu AS dengan Tank Balon Tipu Nazi dalam Perang Dunia II
Kelangkaan Minyakita di Lingga Picu Pedagang Beralih ke Minyak Goreng Mahal