Dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR di Senayan, Senin lalu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan agar dana otonomi khusus untuk Aceh diperpanjang. Usulan ini bukan tanpa alasan. Menurut Tito, pemulihan Aceh pascabencana masih butuh waktu panjang, paling cepat tiga tahun.
Sebenarnya, usulan perpanjangan ini sudah sering disampaikan ke dirinya. Baik saat kunjungan ke lapangan maupun saat menerima delegasi dari Serambi Mekah.
"Memang ada dalam kunjungan-kunjungan dan juga menerima delegasi dari Aceh, selalu menyampaikan meminta agar, karena tingkat kemiskinan masih tinggi di atas nasional dan Sumatera, pengangguran juga tinggi, meskipun IPM membaik tapi di bawah nasional, masih perlu, mereka masih memerlukan dana otonomi khusus," papar Tito.
Dia melihat permintaan itu cukup rasional. Apalagi, kondisi di lapangan masih jauh dari kata pulih. Bencana susulan masih terus terjadi, mengganggu upaya perbaikan yang sudah dilakukan.
"Kemarin minggu lalu Aceh Tengah hujan lebat jalan-jalan longsor lagi, jembatan juga banyak yang ada beberapa yang kemudian terseret lagi ini. Kemudian juga dua hari yang lalu di Pidie Jaya banjir lagi, Bupatinya lapor sama saya 50 cm sampai 80 cm lumpur di sana. Padahal sudah kita lakukan perbaikan-perbaikan ya," ungkapnya dengan nada prihatin.
Rasanya seperti kerja tanpa ujung. Baru selesai satu perbaikan, bencana baru datang dan merusak lagi. Situasi itulah yang membuat pemulihan total mustahil dicapai dalam waktu singkat.
"Tapi jujur bahwa apa untuk melakukan pemulihan ini paling cepat menurut saya adalah tiga tahun," tegasnya.
Artikel Terkait
Presiden Tandatangani Surpres RUU BPIP, Pembahasan di DPR Segera Dimulai
Bareskrim Gerebek Pabrik Kosmetik Ilegal Bermerkuri di Bogor
Justin Hubner Cetak Performa Solid, Fortuna Sittard Andalkan Bek Indonesia
Mendes PDT Janji Bantu Pengembangan Desa Tematik dan Atasi Keluhan Warga di Banggai