Langkah Apple belakangan ini bikin geleng-geleng kepala. Di saat industri teknologi global kelimpungan mencari komponen memori, raksasa asal Cupertino itu justru mengambil langkah berani bahkan bisa dibilang agresif. Mereka dikabarkan memborong hampir seluruh stok mobile DRAM yang ada di pasar. Tidak tanggung-tanggung, pembelian dilakukan dengan harga tinggi sekalipun.
Menurut sejumlah laporan, informasi ini berasal dari analis ternama TF Securities, Ming-Chi Kuo, dan juga sumber-sumber industri di Korea Selatan. Intinya, Apple rela margin keuntungannya sedikit terpangkas demi satu hal: mengamankan pasokan. Dengan cara ini, mereka bisa menjaga harga produk tetap stabil meski biaya komponen melambung.
“Strateginya jelas dua arah,” kata seorang pengamat. “Selain untuk menjamin produksi mereka sendiri tidak mandek, langkah ini otomatis menyulitkan pesaing mendapatkan komponen yang sama.”
Situasi pasarnya sendiri memang lagi panas. Permintaan chip memori meledak, didorong kebutuhan data center dan perkembangan AI yang masif. Sementara itu, kapasitas produksi belum bisa mengejar. Di tengah tekanan ini, Apple dengan kantongnya yang dalam, terlihat lebih mampu menahan dampak kenaikan harga tanpa langsung membebankannya ke konsumen.
Goncangan di Pasar Smartphone
Efek domino dari situasi ini mulai terasa. Beberapa produsen chipset, sebut saja MediaTek dan Qualcomm, konon sudah mengurangi produksi chip 4nm mereka. Padahal, chip ini jadi tulang punggung untuk banyak smartphone kelas menengah dan entry-level.
Artikel Terkait
Sidibe Cetak Brace, Bhayangkara FC Kalahkan Persija 3-2 dalam Drama Injury Time
Bali United Hadapi PSBS Biak Tanpa Penonton di Kandang
Masih Ada Empat Long Weekend di Sisa 2026 Setelah Paskah
Truk TNI Angkut Siswa SD Terlibat Kecelakaan Maut di Kalideres, Satu Tewas