Hujan Deras Rendam Jalan Ciledug Raya, Genangan Capai 40 Sentimeter

- Sabtu, 04 April 2026 | 22:05 WIB
Hujan Deras Rendam Jalan Ciledug Raya, Genangan Capai 40 Sentimeter

Hujan deras yang mengguyur Jakarta sore tadi ternyata meninggalkan bekas yang cukup parah di beberapa titik. Salah satunya adalah Jalan Ciledug Raya, tepatnya di kawasan Ulujami, Jakarta Selatan. Ruas jalan itu terendam genangan dengan ketinggian air yang cukup mengkhawatirkan.

Menurut laporan yang diterima, air mencapai sekitar 40 sentimeter. Akibatnya, arus lalu lintas di lokasi macet total. Banyak pengendara yang terpaksa menunggu atau mencari jalur alternatif.

Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, Muhammad Yohan, mengonfirmasi kejadian ini pada Sabtu malam (4/4/2025).

"Ruas jalan tergenang, Jl. Ciledug Raya di Kebayoran Park, Kelurahan Ulujami. Ketinggiannya sekitar 40 cm," ujarnya.

Keluhan warga pun ramai bermunculan di media sosial. Mereka menggambarkan kondisi jalan yang seperti sungai, membuat kendaraan roda dua nyaris tidak bisa melintas.

Namun begitu, Ciledug Raya bukan satu-satunya lokasi yang terdampak. Yohan menyebutkan, hingga pukul sembilan malam, masih ada satu Rukun Tetangga (RT) di Rawa Buaya yang terendam banjir dengan ketinggian 25 cm.

"Penyebabnya kombinasi antara curah hujan yang tinggi dan luapan dari Kali Angke," jelas Yohan mengenai genangan di Rawa Buaya.

Di sisi lain, ada kabar baik. Beberapa lokasi banjir lainnya sudah mulai surut. Di Kelurahan Pela Mampang, genangan yang sebelumnya merendam 9 RT telah berangsur hilang. Begitu pula dengan satu RT di Kelurahan Bangka.

Melihat kondisi yang belum sepenuhnya stabil, BPBD DKI kembali mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada.

"Kami imbau warga agar berhati-hati terhadap potensi genangan air. Jika berada dalam keadaan darurat, jangan ragu untuk menghubungi nomor layanan 112. Gratis dan aktif 24 jam," pesan Yohan menutup pernyataannya.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar