Boyamin Saiman, koordinator MAKI, punya cara unik menyampaikan protes. Ia mengirimkan spanduk bernada satire ke gedung KPK. Spanduk itu berupa piagam penghargaan palsu, yang ditujukan terkait kasus pengalihan status tahanan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. Di banner itu tertulis jelas: sebuah rekor pengalihan tahanan rumah untuk orang istimewa.
"Hari ini saya mengirim lima banner piagam itu ke KPK," ujar Boyamin kepada awak media, Selasa lalu.
Ia menambahkan, "Selamat ya, atas pemecahan rekor pengalihan penahanan rumah dari MORI. Museum Orang Real Indonesia. Untuk orang istimewa."
Menurutnya, aksi ini dimaksudkan sebagai pengingat keras bagi lembaga antirasuah itu. Langkah KPK mengubah status Yaqut memang telah memantik gelombang kritik di mana-mana. Boyamin merasa publik sudah muak.
"Sekaligus buat mengingatkan KPK, jangan main-main dengan perasaan masyarakat. Mereka ini cerdas, tahu apa yang terjadi. Bukan cuma MAKI yang protes," tegasnya.
Artikel Terkait
Peringkat FIFA Indonesia Naik ke Posisi 121, Manfaatkan Sanksi Malaysia
Polisi Gelar Layanan Gratis Titip Kendaraan untuk Antisipasi Pencurian Saat Mudik
Kapolres Metro Bekasi Turun Langsung Bantu Korban Kecelakaan Saat Patroli
Menhub Prediksi Arus Balik Lebih Padat dari Mudik, Capai 285 Ribu Kendaraan