MAKI Kirim Piagam Satir ke KPK, Protes Pengalihan Status Tahanan Yaqut

- Selasa, 24 Maret 2026 | 14:15 WIB
MAKI Kirim Piagam Satir ke KPK, Protes Pengalihan Status Tahanan Yaqut

Boyamin Saiman, koordinator MAKI, punya cara unik menyampaikan protes. Ia mengirimkan spanduk bernada satire ke gedung KPK. Spanduk itu berupa piagam penghargaan palsu, yang ditujukan terkait kasus pengalihan status tahanan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. Di banner itu tertulis jelas: sebuah rekor pengalihan tahanan rumah untuk orang istimewa.

"Hari ini saya mengirim lima banner piagam itu ke KPK," ujar Boyamin kepada awak media, Selasa lalu.

Ia menambahkan, "Selamat ya, atas pemecahan rekor pengalihan penahanan rumah dari MORI. Museum Orang Real Indonesia. Untuk orang istimewa."

Menurutnya, aksi ini dimaksudkan sebagai pengingat keras bagi lembaga antirasuah itu. Langkah KPK mengubah status Yaqut memang telah memantik gelombang kritik di mana-mana. Boyamin merasa publik sudah muak.

"Sekaligus buat mengingatkan KPK, jangan main-main dengan perasaan masyarakat. Mereka ini cerdas, tahu apa yang terjadi. Bukan cuma MAKI yang protes," tegasnya.

Ia lalu mengajak semua orang mencermati suasana di media sosial. "Coba lihat saja, ada enggak dukungan untuk tindakan KPK ini? Nyaris nol. Komentar-komentar di berita pun isinya kecaman semua."

Boyamin menyebut keputusan ini sebagai rekor buruk. Sejak 2003, KPK dinilainya baru kali ini melakukan pengalihan semacam ini. Biasanya, pengalihan status hanya untuk alasan kesehatan yang parah.

"Nah, kalau yang satu ini kan sehat-sehat saja. Ditahan, lalu tiba-tiba dialihkan ke tahanan rumah. Ini jelas diskriminatif dan merusak sistem. Bisa-bisa nanti semua orang minta diperlakukan sama," paparnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan dengan tersangka lain dalam kasus yang sama. "Lihat saja Gus Alex, kasusnya sama, tapi tidak dapat perlakuan khusus seperti ini. Ini kan jadi pertanyaan besar."

"Cara-cara yang terkesan sembunyi-sembunyi dan tidak transparan itu justru bikin rakyat jengkel. Marah. Nah, kemarahan saya wujudkan dengan memberi mereka 'piagam' ini. Biar tahu, mereka sudah memecahkan rekor yang memalukan," imbuh Boyamin.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar