Pramono sengaja ingin menjadikan Bundaran HI sebagai ruang interaksi sosial. Tempat orang bisa jalan-jalan santai dengan keluarga, menikmati hiburan, dan sekaligus merasakan kehangatan kebersamaan di malam yang spesial ini. Baginya, acara semacam ini punya dampak yang lebih dalam.
Ia menilai gelaran ini mampu memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat Jakarta yang beragam. Apalagi, tahun ini momennya terasa lebih istimewa karena beririsan dengan peringatan Hari Raya Nyepi.
"Ini menjadi pengingat bahwa Jakarta adalah rumah bagi keberagaman, tempat berbagai tradisi dan keyakinan hidup berdampingan dalam suasana saling menghormati," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Pramono tak lupa mengapresiasi warganya. Ia berterima kasih karena suasana Jakarta tetap kondusif sepanjang Ramadan. Sekaligus mengingatkan untuk menjaga keadaan itu.
"Jaga Jakarta, tetap tertib, aman, dan bersih agar kota ini tetap nyaman bagi semua," tutupnya. Pesan sederhana di tengah gemuruh takbir dan bedug yang perlahan mereda.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri dan Ajak Perkuat Kebersamaan
Kapolri Imbau Pengelola Wisata Air Prioritaskan Keselamatan Jelang Lebaran
Tiga Hafizah Terpilih di Puncak Acara Mencari Hafiz 2026 Metro TV dan Baznas DKI
Gus Poyet Sarankan Manuel Ugarte Tinggalkan Manchester United