Gelombang mudik Lebaran 2026 akhirnya sampai juga di Cilegon. Sejak Selasa malam, suasana Pelabuhan Ciwandan sudah jauh berbeda. Ribuan motor memenuhi area pelabuhan alternatif ini, mengubah suasana sepi menjadi riuh rendah oleh deru mesin dan percakapan para pemudik yang tak sabar menyeberang.
Pemerintah memang sengaja mengalihkan fokus ke Ciwandan tahun ini. Tujuannya jelas: mengurai kemacetan parah yang selalu terjadi di Merak, terutama untuk arus sepeda motor dan truk barang yang menuju Sumatra.
Pantauan di lapangan pada Rabu dini hari menunjukkan puncaknya. Lonjakan volume kendaraan roda dua sangat terasa. Mereka datang berkelompok, berbondong-bondong, memadati setiap sudut. Rupanya, banyak yang sengaja memilih berangkat malam atau dini hari. Alasannya klasik: menghindari panas terik matahari selama perjalanan dari Jabodetabek. Antrean pun mengular, tapi setidaknya masih bergerak perlahan menuju pos pemeriksaan.
Di tengah kerumunan itu, para petugas terlihat sibuk. Tapi mereka cukup sigap mengatur ritme masuknya ribuan motor agar proses pemuatan ke kapal tetap tertib dan tidak membuat lalu lintas sekitar kacau balau.
Nah, untuk soal kenyamanan, otoritas pelabuhan sepertinya sudah belajar dari tahun-tahun sebelumnya. Mereka menyiapkan tenda-tenda besar lengkap dengan blower atau kipas angin besar di area tunggu. Jadi, pemudik bisa sedikit rehat menunggu giliran. Fasilitas pendukung lain seperti posko kesehatan dan toilet portabel juga diperbanyak. Bahkan ada pembagian makanan ringan untuk mengganjal perut.
Artikel Terkait
Kapolri Lepas 4.009 Pemudik Gratis, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan
Transaksi Digital Indonesia Tembus 4,67 Miliar, QRIS Melonjak 133%
Malam Takbiran 2026 Diperkirakan 19 Maret, Aturan Khusus Berlaku di Bali
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, Satu Tewas