Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, memperingatkan publik. "Jadi kalau rekan-rekan banyak melihat kiriman link atau unggahan soal dugaan sosok pelaku, itu kami pastikan tidak benar," tegasnya Senin lalu.
"Karena itu hasil rekayasa AI."
Menurut Iman, penyebaran konten palsu ini bukan tanpa alasan. Diduga, ini adalah bagian dari skenario pelaku. "Dengan beredarnya video TKP ini, sebenarnya para pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik," ucapnya.
"Mereka berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan menyebarkan gambar hasil rekayasa."
Upaya itu, tambahnya, jelas untuk mengacaukan fakta-fakta hukum yang sudah dikumpulkan penyidik.
Namun begitu, polisi punya modal penting: rekaman CCTV asli dari sekitar lokasi kejadian. Rekaman itu kini sedang didalami tim. "Ini sangat membantu penyelidikan kami," kata Iman.
"Apalagi sebagian besar titik di Jakarta punya resolusi cukup tinggi. Di beberapa tempat, kami dapat gambar yang jelas."
Penyelidikan terus digenjot. Sementara publik diimbau untuk bijak, tidak mudah percaya dan menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Artikel Terkait
Kapolri Lepas 4.009 Pemudik Gratis, Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Perjalanan
Malam Takbiran 2026 Diperkirakan 19 Maret, Aturan Khusus Berlaku di Bali
Bus Tabrak Pikap Mogok di Tol Pejagan-Pemalang, Satu Tewas
Kapolri Pastikan Penyidikan Kasus Penyiran Andrie Yunus Berlanjut Usai Perintah Presiden