Menurut Sarmuji, langkah ini akan jauh lebih efektif jika dilakukan secara kolektif. Ia pun mengajak semua partai politik, pejabat non-partai, bahkan kalangan BUMN, pegawai negeri, hingga swasta untuk ikut mempertimbangkan wacana serupa. “Ya, kalau semua bersedia seperti halnya kami, tentu hasilnya akan lebih bagus,” ujarnya.
Gagasan ini sendiri berawal dari pernyataan Prabowo. Presiden menyoroti bagaimana sejumlah negara telah mengambil langkah-langkah adaptif menghadapi gejolak di Asia Barat. Sebagai contoh, ia menyebut Pakistan yang juga telah memangkas gaji anggota kabinet dan parlemen mereka.
Jadi, wacana ini bukan muncul dari ruang hampa. Ada presedennya, dan situasi global yang memicunya. Pertanyaannya sekarang, akankah ide pemotongan gaji ini benar-benar meluas, atau hanya akan berhenti sebagai wacana? Waktulah yang akan menjawab.
Artikel Terkait
Ragunan Tutup di Hari Idulfitri, Buka Lebih Awal di H+1 Libur Lebaran
BMKG Waspadakan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah Hari Ini
Ragunan Siap Sambut Lonjakan Pengunjung Lebaran 2026, Tutup Sementara di Hari Idulfitri
Ragunan Siap Sambut Lonjakan Pengunjung Libur Lebaran, Buka H+1 Idulfitri