Serangan mematikan ini ternyata hanya satu bagian dari aksi yang lebih besar. AS dan Israel disebut melancarkan serangan gabungan ke beberapa titik di Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Alasannya klasik: menghilangkan ancaman yang mereka klaim ditimbulkan oleh rezim di Teheran.
Dukungan untuk operasi ini bahkan diisyaratkan langsung dari pucuk pimpinan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan video terpisah, tak cuma membenarkan serangan. Mereka juga bicara soal perlunya perubahan di ibu kota Iran.
Di sisi lain, reaksi dari Iran keras dan tegas. Pemerintahnya menyebut aksi ini sebagai pelanggaran kedaulatan yang tak termaafkan. Militer Iran tak tinggal diam; mereka berjanji akan membalas. Ancaman serangan balasan digaungkan, menambah suhu panas di kawasan yang sudah lama memanas.
Kini, yang tersisa adalah duka mendalam di Minab. Sementara ancaman eskalasi justru menggantung, makin menebal di udara.
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Harapkan Harmoni Imlek dan Ramadan Bawa Kedamaian
Presiden Prabowo: Imlek 2026 Momentum Persatuan, Bertepatan dengan Ramadan
KJRI Jeddah Imbau WNI Tunda Perjalanan ke Timur Tengah Usai Ketegangan Militer
Ketegangan Timur Tengah Ganggu Penerbangan, 58 Ribu Jamaah Umrah Indonesia Terdampak