Paramount Land Bidik Penjualan Rp5,5 Triliun pada 2026, Andalkan Akses Tol Baru

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:45 WIB
Paramount Land Bidik Penjualan Rp5,5 Triliun pada 2026, Andalkan Akses Tol Baru

Jakarta. Paramount Land, pengembang di balik kawasan Gading Serpong, menatap target yang cukup ambisius. Mereka membidik angka marketing sales hingga Rp5,5 triliun di tahun 2026. Target ini muncul setelah mereka melakukan revisi terhadap capaian tahun sebelumnya.

Bagaimana awalnya? Hingga Februari tahun ini, perusahaan itu sudah membukukan penjualan sekitar Rp500 miliar. Angka yang cukup solid untuk awal tahun.

Nah, salah satu harapan besar mereka adalah akses jalan tol baru. Menurut rencana, jalan tol yang langsung menuju Paramount Petals di KM 25 Tol Jakarta-Tangerang akan beroperasi Juli nanti. Akses ini dinilai bakal jadi game changer.

“Langkah ini diharapkan menjadi pendorong utama marketing sales pada 2026 senilai Rp5,5 triliun,” ujar Presiden Direktur Paramount Land, M Nawawi, Jumat (27/2/2026).

Setelah tol berfungsi, baru lah mereka akan meluncurkan produk hunian anyar di area Paramount Petals. Kabarnya, akan ada unit premium dengan harga mulai dari Rp3 miliar lebih.

Namun begitu, penjualan properti saja tak cukup. Paramount Land juga berusaha memperbesar porsi recurring income atau pendapatan berulang. Saat ini kontribusinya sekitar 19% dari total pendapatan, dan mereka ingin tumbuh sekitar 3% tiap tahunnya.

Untuk mendukung semua rencana itu, anggaran belanja modal tahun ini disiapkan sebesar Rp1 triliun. Dana segitu akan difokuskan untuk membangun proyek dan fasilitas kota di berbagai lokasi pengembangan mereka.

Kalau melihat ke belakang, tahun 2025 ternyata tidak mudah. Nawawi mengakui tahun itu penuh tantangan. Realisasi marketing sales akhirnya mencapai 95% dari target revisi Rp4,5 triliun. Bukan hasil yang buruk, tapi prosesnya berliku.

“Tahun 2025 penuh tantangan. Semester I banyak produk yang kami batalkan peluncurannya karena belum menemukan momentum yang tepat. Bisa jadi ada ketidaksesuaian antara produk dengan selera pasar,” katanya.

Ya, di paruh pertama tahun lalu, mereka bahkan menunda sejumlah peluncuran yang sebenarnya sudah siap dari sisi desain. Pasar memang sedang tidak mudah ditebak.

Meski demikian, sepanjang 2025 mereka tetap mencatatkan serah terima 1.250 unit. Penjualan unit hunian dan komersial mereka capai di angka 800 unit. Bisa dibilang, mereka bertahan di tengah tekanan.

Sekarang, semua mata tertuju pada operasional tol Juli nanti. Itulah katalis utama yang diandalkan untuk mendongkrak penjualan dan perlahan mendekati target triliunan di tahun 2026.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar