Untuk mendukung semua rencana itu, anggaran belanja modal tahun ini disiapkan sebesar Rp1 triliun. Dana segitu akan difokuskan untuk membangun proyek dan fasilitas kota di berbagai lokasi pengembangan mereka.
Kalau melihat ke belakang, tahun 2025 ternyata tidak mudah. Nawawi mengakui tahun itu penuh tantangan. Realisasi marketing sales akhirnya mencapai 95% dari target revisi Rp4,5 triliun. Bukan hasil yang buruk, tapi prosesnya berliku.
“Tahun 2025 penuh tantangan. Semester I banyak produk yang kami batalkan peluncurannya karena belum menemukan momentum yang tepat. Bisa jadi ada ketidaksesuaian antara produk dengan selera pasar,” katanya.
Ya, di paruh pertama tahun lalu, mereka bahkan menunda sejumlah peluncuran yang sebenarnya sudah siap dari sisi desain. Pasar memang sedang tidak mudah ditebak.
Meski demikian, sepanjang 2025 mereka tetap mencatatkan serah terima 1.250 unit. Penjualan unit hunian dan komersial mereka capai di angka 800 unit. Bisa dibilang, mereka bertahan di tengah tekanan.
Sekarang, semua mata tertuju pada operasional tol Juli nanti. Itulah katalis utama yang diandalkan untuk mendongkrak penjualan dan perlahan mendekati target triliunan di tahun 2026.
Artikel Terkait
Arab Saudi Perketat Aturan Paket Umrah Ramadan, Jemaah Indonesia Diminta Waspada
Cak Imin Serukan Kesehatan Mental Jadi Agenda Strategis Nasional
Wapres Gibran Hadiri Puncak Perayaan Imlek Nusantara 2026 di Lapangan Banteng
Menteri Pertahanan AS Peringatkan Lawan Akan Bayar Harga Mahal, Soroti Operasi di Venezuela