MURIANETWORK.COM - Pemerintah Kota Bandung mengerahkan satu petugas pemilah sampah di setiap rukun warga (RW) sebagai respons atas kondisi darurat pengelolaan sampah. Langkah ini diambil menyusul pelarangan penggunaan insinerator dan bertujuan untuk mempercepat penanganan krisis sampah di kota tersebut. Sebanyak 1.596 petugas telah disiagakan dengan dukungan anggaran tahunan mencapai sekitar Rp23-24 miliar.
Strategi Penanganan Sampah di Tingkat Akar Rumput
Program yang dinamai Gaslah (Petugas Pemilah dan Pengolah Sampah) ini menempatkan para petugas sebagai ujung tombak langsung di lingkungan masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan tidak hanya mempercepat pemilahan, tetapi juga menjadi titik edukasi bagi warga. Dengan rata-rata 1.500 ton sampah yang dihasilkan Bandung setiap harinya sekitar 30-40% di antaranya organik upaya pengurangan dari sumber menjadi krusial.
Kepala Bidang PPLB3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Salman, menegaskan bahwa kinerja para petugas akan mendapat pengawasan ketat. "Petugas Gaslah akan kami pantau dan evaluasi kinerjanya secara berkala. Sarana pendukung juga akan dilengkapi secara bertahap agar kinerja mereka semakin optimal," jelasnya di Bandung, Minggu.
Edukasi dan Pengurangan Volume Sampah
Lebih dari sekadar memilah, peran strategis para petugas adalah mengedukasi masyarakat. Fokusnya adalah mengajarkan pengolahan sampah organik secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga. Jika sampah organik bisa dikelola di sumber, volume sampah yang dibawa ke Tempat Penampungan Sementara (TPS) dan akhirnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.
Salman menambahkan bahwa tujuan jangka panjangnya adalah memperkuat kawasan bebas sampah. "Petugas juga diharapkan dapat mengedukasi masyarakat untuk dapat pengolahan sampah organik berkelanjutan agar dapat mengurangi volume sampah ke TPS dan TPA, serta memperkuat kawasan bebas sampah," ungkapnya.
Investasi Jangka Panjang untuk Lingkungan
Pengerahan ribuan petugas dengan anggaran yang tidak kecil menunjukkan bahwa Pemkot Bandung melihat ini sebagai investasi jangka panjang. Pendekatan ini menggeser paradigma dari sekadar mengangkut sampah menjadi mengelolanya dari sumber. Keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara petugas yang terlatih, dukungan sarana yang memadai, dan partisipasi aktif warga dalam mengubah kebiasaan sehari-hari.
Artikel Terkait
Arsenal Hancurkan Tottenham 4-1 untuk Kokohkan Puncak Klasemen
Jadwal Imsak dan Subuh Surabaya Hari Ini, 23 Februari 2026
ASEAN Foundation dan Polda Jateng Kolaborasi Gelar Pelatihan AI untuk Ribuan Warga
Harmoni Imlek Nusantara Digelar di Lapangan Banteng, Rayakan Keberagaman di Bulan Ramadan