Belasan Kios di Pasar Labuan Pandeglang Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

- Senin, 23 Februari 2026 | 00:10 WIB
Belasan Kios di Pasar Labuan Pandeglang Hangus Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

MURIANETWORK.COM - Sebuah kebakaran melanda Pasar Labuan di Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Minggu (22/2/2026) sore, menghanguskan belasan kios. Peristiwa yang terjadi jelang waktu berbuka puasa ini, meskipun menimbulkan kerugian materi yang signifikan, berhasil dilalui tanpa memakan korban jiwa.

Kronologi dan Dugaan Penyebab

Api pertama kali terlihat berkobar sekitar pukul 17.40 WIB. Menurut keterangan petugas, kobaran api menyebar dengan cepat, terutama karena material bangunan kios yang banyak terbuat dari kayu. Sebelum api membesar, warga sempat melihat kepulan asap pekat hitam membubung di atas pasar.

Upaya spontan warga untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya tidak membuahkan hasil. Api dinilai terlalu sulit untuk dikendalikan, sehingga memerlukan intervensi tim pemadam kebakaran profesional.

"Telah terjadi kebakaran kios-kios yang terletak di Pasar Baru Labuan, kurang lebih 18 kios," jelas Kabid Damkar BPBD-PK Pandeglang, Endan Permana.

Respon Cepat Damkar dan Dugaan Awal

Mendapatkan laporan, tim Damkar langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian. Mereka segera melakukan operasi pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api menjalar lebih luas dan memastikan titik api benar-benar padam.

Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, insiden ini diduga kuat berawal dari korsleting arus listrik. Gangguan listrik itu kemudian memicu percikan api yang dengan cepat membakar struktur kios yang rentan.

"Kejadian diduga dari korsleting arus listrik, yang kemudian mengakibatkan api menyambar ke bangunan kios-kios pasar," ungkap Endan.

Kerugian Materi dan Syukur Tak Ada Korban

Kebakaran ini menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit. Perkiraan sementara, nilai kerugian mencapai sekitar Rp 300 juta, mencakup bangunan kios dan barang dagangan para pedagang yang ikut hangus dilalap api.

Di tengah musibah yang merugikan tersebut, ada satu hal yang patut disyukuri. Seluruh proses evakuasi dan pemadaman berlangsung tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materi keseluruhan kurang lebih sebesar Rp 300 juta," tegas Endan Permana menutup penjelasannya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar