Berdasarkan pengamatan awal di lapangan, insiden ini diduga kuat berawal dari korsleting arus listrik. Gangguan listrik itu kemudian memicu percikan api yang dengan cepat membakar struktur kios yang rentan.
"Kejadian diduga dari korsleting arus listrik, yang kemudian mengakibatkan api menyambar ke bangunan kios-kios pasar," ungkap Endan.
Kerugian Materi dan Syukur Tak Ada Korban
Kebakaran ini menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit. Perkiraan sementara, nilai kerugian mencapai sekitar Rp 300 juta, mencakup bangunan kios dan barang dagangan para pedagang yang ikut hangus dilalap api.
Di tengah musibah yang merugikan tersebut, ada satu hal yang patut disyukuri. Seluruh proses evakuasi dan pemadaman berlangsung tanpa menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian materi keseluruhan kurang lebih sebesar Rp 300 juta," tegas Endan Permana menutup penjelasannya.
Artikel Terkait
Korban Penyiraman Air Keras dari KontraS Desak Pengadilan Umum untuk Pelaku dari BAIS TNI
Slot Akui Superioritas PSG Usai Liverpool Tunduk 2-0 di Parc des Princes
Dua Bocah Tewas Tenggelam di Kolam Bekas Galian Ponorogo
Trump Usulkan Usaha Patungan dengan Iran untuk Pungutan di Selat Hormuz