MAROS – Suara tembakan kembali memecah kesunyian di Nabire, Papua Tengah. Kali ini, sasaran empuk Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) adalah pos keamanan PT Kristalin Eka Lestari. Serangan mendadak dan brutal itu merenggut dua nyawa. Situasi langsung mencekam.
Dua nama kini berubah status menjadi korban. Salah satunya adalah Serda Hamdani, prajurit TNI asal Maros, Sulsel, yang bertugas di Deninteldam XVII/Cenderawasih. Korban lainnya adalah Aksay Sandika Moho, warga sipil yang bekerja sebagai petugas keamanan di perusahaan tambang tersebut. Mereka tewas dalam tugas.
Pasca-kejadian, lokasi di Kampung Legari, Distrik Makimi, itu langsung dipenuhi aparat bersenjata lengkap. Upaya pengamanan dan penyisiran digelar ketat. Suasana tebak-tebakan masih terasa, meski pelaku telah menghilang entah ke mana.
Di Maros, kabar duka itu seperti petir di siang bolong bagi keluarga Hamdani. Hamka, ayah almarhum, masih tak percaya. Komunikasi terakhir mereka terjadi pertengahan Februari lalu. Saat itu, putranya mengirimkan sejumlah uang untuk persiapan Ramadan.
"Almarhum orang yang baik dan bertanggung jawab. Kami terakhir bicara saat dia kirim uang buat puasa,"
ucap Hamka dengan suara lirih. Ia ditemui di rumah duka di Desa Pucak, Kecamatan Tompobulu, Minggu (22/2/2026). Kiriman uang itu ternyata jadi pemberian terakhir. Percakapan singkat itu menjadi penutup.
Artikel Terkait
KPK Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Restitusi Pajak Kalsel
Sampah Meluber di TPS 3R Pulogebang, Warga Khawatirkan Ancaman Penyakit
KPK Periksa Empat Saksi Kasus Pemerasan RPTKA di Malang
Presiden Iran Tegaskan: Gencatan Senjata dengan AS Bergantung pada Penghentian Serangan Israel ke Lebanon