MURIANETWORK.COM - Sejumlah perkembangan kebijakan ekonomi nasional dan diplomasi perdagangan internasional menjadi sorotan dalam sepekan terakhir. Berita-berita utama tersebut mencakup jadwal pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur negara, kemajuan program koperasi desa, besaran anggaran pemulihan pasca bencana di Sumatera, hingga dinamika hubungan dagang dengan Amerika Serikat pasca keputusan penting dari Mahkamah Agung negara tersebut.
Pencairan THR ASN Dijadwalkan Awal Ramadhan
Pemerintah telah menetapkan waktu pencairan Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit TNI, dan anggota Polri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penyaluran dana tersebut akan dimulai pada pekan pertama bulan Ramadhan.
Pernyataan itu disampaikannya saat menjawab konfirmasi dari awak media di Jakarta, Rabu lalu. “(Pencairan THR) Minggu pertama puasa,” ucap Purbaya.
Pembangunan Kopdes Merah Putih Tembus 1.000 Unit
Di sektor pemberdayaan ekonomi kerakyatan, program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih menunjukkan progres yang signifikan. Menteri Koperasi Ferry Juliantono melaporkan bahwa saat ini telah ada 1.000 unit Kopdes yang selesai dibangun dari target keseluruhan sebanyak 80 ribu unit.
Dalam jumpa pers di Jakarta, Ferry memberikan rincian lebih lanjut. Hingga Februari 2026, jumlah Kopdes yang sedang dalam tahap pembangunan mencapai hampir 20 ribu unit, dengan rata-rata progres fisik konstruksi berada di angka 20 persen.
Anggaran Rehabilitasi Pasca Bencana Sumatera Capai Rp56,3 Triliun
Pemulihan pasca bencana alam di tiga provinsi di Sumatera memerlukan anggaran yang tidak kecil. Kementerian PPN/Bappenas merilis laporan bahwa total kebutuhan pendanaan untuk rencana aksi rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai Rp56,3 triliun.
Dana sebesar itu akan dialokasikan untuk membiayai 2.108 kegiatan berbeda yang direncanakan berjalan selama tiga tahun ke depan, mencerminkan skala dan kompleksitas upaya pemulihan yang dilakukan pemerintah.
Prabowo Gaet Investor AS di Washington DC
Dalam kunjungan kerjanya ke Washington DC, Presiden Prabowo Subianto secara aktif menjajaki peluang investasi. Dalam sebuah pertemuan dengan perwakilan dunia usaha Amerika Serikat, ia mengundang kalangan pengusaha AS untuk menanamkan modal dan mengembangkan bisnis di Indonesia.
Pertemuan di Gedung Kamar Dagang AS itu juga dihadiri oleh delegasi Kadin Indonesia serta sejumlah menteri dan pimpinan BUMN. Dalam kesempatan tersebut, Presiden memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah, dengan menekankan pada 18 proyek hilirisasi yang sedang digalakkan.
Respons Indonesia atas Pembatalan Kebijakan Tarif AS
Dinamika hubungan dagang bilateral dengan Amerika Serikat memasuki babak baru menyusul keputusan hukum penting di negeri Paman Sam. Mahkamah Agung AS membatalkan kebijakan tarif resiprokal yang dahulu diterapkan oleh Presiden Donald Trump.
Menanggapi perkembangan ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan kesiapan untuk melakukan pembicaraan lanjutan. Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan komitmen Indonesia dalam keterangan resminya.
“Akan ada pembicaraan selanjutnya antara kedua pihak terhadap segala keputusan yang diambil dan Indonesia akan tetap mengutamakan kepentingan dan kebutuhan nasional ke depannya,” jelasnya di Jakarta, Sabtu.
Artikel Terkait
Indonesia dan AS Tandatangani Perjanjian Dagang Bilateral, Tarif 32% Ditekan Jadi 19%
Warga Teheran Bersiap Hadapi Eskalasi Konflik di Tengah Ultimatum AS-Iran
Pemerintah Jelaskan Detail Perjanjian Dagang Indonesia-AS, Tegaskan Tak Ganggu Industri Domestik
Trump Umumkan Rencana Kirim Kapal Rumah Sakit ke Greenland