Belum cukup sampai situ. Pankreas dan empedu pun ikut terbebani. Resistensi insulin bisa muncul, yang artinya risiko diabetes mengintai. Ginjal juga dipaksa kerja keras, yang ujung-ujungnya bisa berujung pada penyakit ginjal kronis. Paru-paru pun nggak luput. Lemak berlebih, apalagi di perut, bisa menekan diafragma dan bikin sesak napas.
Efeknya bahkan sampai ke sistem reproduksi. Ketidakseimbangan hormon bisa terjadi, yang berpotensi menurunkan kesuburan. Belum lagi soal pencernaan yang langsung dipaksa kerja berat setelah belasan jam istirahat.
Buat yang sudah kegemukan, risikonya tentu lebih besar lagi. Perlemakan hati lebih mudah terjadi.
tegasnya.
Lalu, amannya gimana? Yesi memberi batasan. Buat yang sehat dan berat badannya normal, maksimal dua potong gorengan sehari. Itupun dengan catatan, menu lain nggak ada yang digoreng atau bersantan. Kalau sudah kegemukan, sebaiknya dihindari. Tapi kalau benar-benar ingin, batasi sekali seminggu saja. Pastikan pakai minyak baru, bukan jelantah. Dan yang paling penting, imbangi dengan banyak serat dan olahraga.
Jadi, ganti takjil dengan yang lebih sehat. Mulailah buka dengan air putih. Lalu lanjutkan dengan sesuatu yang mudah dicerna dan kaya elektrolit, seperti kurma, air kelapa, atau aneka buah segar. Badan pasti lebih nyaman, dan puasa besoknya jadi lebih kuat.
Artikel Terkait
Lima Lembaga Intelijen yang Membentuk Peta Kekuatan Global
TAUD Ungkap Dugaan Serangan Terorganisir Melibatkan 16 Orang terhadap Andrie Yunus
Dolar AS Melemah Didorong Kabar Perundingan Damai Israel-Lebanon
Bentrok di Halmahera Tengah Dipicu Hoaks, Bukan Konflik SARA