Generasi pertama Honda HR-V, yang punya kode bodi GH, memang punya cerita sendiri. Lahir antara 1998 dan 2006, mobil ini sering disebut-sebut sebagai pionir SUV subkompak dari Honda. Desainnya khas, memadukan kesan sporty ala hatchback dengan postur SUV yang gagah. Tapi, tetap aja ukurannya kompak, pas buat manuver di jalanan kota yang padat.
Dulu, HR-V ini ditawarkan dalam dua pilihan bodi. Ada yang 3 pintu dengan jarak sumbu roda 2.360 mm, dan versi 5 pintu yang lebih panjang sedikit, 2.460 mm. Tenaganya mengandalkan mesin 1.6 liter. Tapi jangan salah, kekuatannya beda-beda, lho. Yang pakai teknologi VTEC bisa tembus sampai 125 PS, sementara varian biasa berkisar di 105 PS.
Nah, soal transmisi, waktu itu Honda sudah menawarkan pilihan manual 5-percepatan atau CVT. CVT-nya sendiri di masa itu dianggap teknologi yang cukup maju. Buat yang suka tancap gas di jalan berliku atau butuh traksi lebih, HR-V Gen 1 juga ada yang pakai penggerak roda depan (FWD) dan sistem Real Time 4WD. Sistem ini bantu banget buat kestabilan di jalan licin.
Masuk ke dalam kabin, nuansa era 90-an akhir langsung terasa. Dashboardnya dua warna, cluster instrumentasinya berwarna biru yang khas. Yang praktis, kursi baris belakangnya bisa dilipat rata (50:50) kalau kamu butuh ruang bagasi ekstra. Fitur yang sederhana tapi sangat berguna.
Di Indonesia, mobil ini masuk lewat jalur Importir Umum. Alhasil, unitnya nggak banyak dan sekarang jadi barang langka yang banyak diburu kolektor. Baru-baru ini, HR-V Gen 1 ramai lagi diperbincangkan. Pemicunya, Gading Marten menghadiahkan satu unit mobil ini ke Raffi Ahmad untuk ulang tahunnya di Februari 2026.
Kelebihannya jelas. Desainnya dianggap ikonik dan nggak lekang waktu. Ukurannya yang ringkas bikin mobil ini lincah, dan nilainya sekarang jadi investasi buat para penggemar mobil klasik.
Tapi, punya mobil jadul ya siap-siap dengan risikonya. Mencari suku cadang bodi di Indonesia itu sulit. Ruang kaki untuk penumpang belakang juga terbatas. Transmisi CVT generasi awal itu butuh perhatian dan perawatan ekstra biar tetap awet.
Karena statusnya sebagai mobil hobi, harganya di pasaran memang tinggi dan fluktuatif. Untuk unit dengan kondisi dan orisinalitas bagus, harganya bisa melayang di kisaran Rp 170 hingga 180 jutaan, bahkan lebih. Semuanya kembali ke kondisi dan sejarah mobilnya.
Artikel Terkait
Cut Tari Kembali Berakting di Series Samuel Usai Dapat Restu Suami
KSPSI Tegaskan Komitmen Perjuangkan Hak Pekerja dan Ungkap Aset Koperasi Rp 1,9 Triliun
Eric Dane Tinggalkan Pesan Terakhir untuk Dua Putrinya di Program Netflix
DPR Temukan Pasar Raya Padang Sepi dan Ada Dugaan Pungli