Terdakwa Kasus Penghasutan Ungkap Kekerasan dan Prosedur Tak Jelas Saat Penangkapan

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 06:30 WIB
Terdakwa Kasus Penghasutan Ungkap Kekerasan dan Prosedur Tak Jelas Saat Penangkapan

Rencana Pulang yang Batal

Cerita Khariq kemudian berlanjut ke latar belakang kehadirannya dalam unjuk rasa 28 Agustus 2025. Rupanya, awalnya ia sama sekali tidak berencana ikut demonstrasi. Dua hari sebelumnya, 25 dan 26 Agustus, ia masih berada di Bandung. Tanggal 27 Agustus, ia sudah sampai di Jakarta dengan satu tujuan: pulang ke kampung halamannya di Pekanbaru, Riau.

Namun begitu, rencana itu berubah setelah ada kabar dari seorang kawannya yang merupakan anggota Partai Buruh.

"Waktu itu sebenarnya, tanggal 27 (Agustus) saya mau langsung pulang ke Pekanbaru jadi mau pesan tiket. Tapi enggak jadi karena dikabari oleh kawan saya dari Partai Buruh untuk besok meliput gitu," kata Khariq.

Alasan "meliput" itulah yang akhirnya membawanya ke lokasi aksi keesokan harinya. Ia menegaskan bahwa saat itu ia hanya bergabung dengan kelompok dari Partai Buruh, tidak dengan mahasiswa atau kelompok lain.

"Jadi karena kami juga salah satunya berfokus untuk meliput aksi kejadian nyata, jadi di hari itu saya diminta, ya sudah sehari saja saya ikut. Dan siang harinya saya baru berangkat bareng dari kawan-kawan Partai Buruh ke lokasi aksi pada tanggal 28," lanjutnya.

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar